Berita di Sulut
Kajati Sulut: Semua Tersangka Korupsi Kami Tahan
Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara berkomitmen memberantas korupsi di Sulawesi Utara.
Penulis: Finneke Wolajan | Editor: Aldi Ponge
Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara berkomitmen memberantas korupsi di Sulawesi Utara.
Selama 2018, Kejati Sulut telah menyelamatkan Rp 6.093.837.372 dan 720 USD.
Kajati Sulut, M Roskanedi mengatakan pihaknya melakukan penahanan pada semua tersangka korupsi. Tak ada satu pun yang lepas. Pun dengan yang sempat dilepas, sudah ditahan kembali.
"Tetap kami tahan dan kami lakukan penuntutan secara maksimal. Sebagai komitmen kami untuk memberantas korupsi di Sulawesi Utara," ujar kajati.
Baca: Kejati Sulut Kesulitan Tangani Kasus Korupsi di Bolmut dan Sitaro
Baca: Kejati Sulut Ikut Mengawal Dana Desa, Kajati: Laporan Banyak di Daerah
Kejati Sulut, bersama 12 Kejaksaan Negeri dan 2 Cabang Kejari di Sulawesi Utara melakukan penyelidikan sebanyak 35 perkara, penyidikan ada 31 perkara, penuntutan asal kasus 31 perkara yang terdiri dari penyidikan kejaksaan 24 kasus dan penyidikan Polri 7 kasus, serta eksekusi 27 kasus.
Dari keseluruhan kasus tersebut potensi kerugian negara tahap sidik dan tuntut sebesar Rp 28.724.800.855 dan 720 USD. Uang yang berhasil diselamatkan Rp 6.093.837.372 dan 720 USD.

Kesulitan Tangani Kasus Korupsi di Bolmut dan Sitaro
Tak ada penyelamatan uang negara selama tahun 2018 di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut).
Tak ada kasus korupsi yang ditangani Kejaksaan Negeri Bolmut, kecuali tiga eksekusi.
Selain Kejari Bolmut, Kejari yang paling minim menyelamatkan uang negara dan tak menangani kasus kecuali satu eksekusi yakni Kejari Sitaro.
Kejari ini hanya menyelamatkan Rp 250 juta selama tahun 2018.
Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara M Roskanedi mengatakan bukan berarti Kejari Bolmut dan Sitaro tak punya kasus korupsi.
Hanya saja letak geografis dua wilayah ini memang sulit dijangkau.
Baca: Kejati Sulut Gelar FGD Penanganan Perkara Tindak Pidana Pemilu
Baca: Tahun 2019 Kejati Sulut Luncurkan Zona Integritas
"Saya saja kajati belum ke Sitaro. Karena letak geografis dan dari sisi anggaran sangat terbatas. Butuh ekstra uang untuk menjangkau daerah ini," ujarnya.
Menurutnya biaya sidang sangat terbatas. Dua lokasi ini sering terkendala kondisi cuaca maupun pertimbangan non teknis lainnya. Data di Kejati Sulut, bukan berarti tak ada kasus korupsi di sana.