Berita Nasional

Sejarawan LIPI Sebut Hanya Orang Gila yang Mau Kembali ke Era Soeharto

Hermawan Sulistyo menilai, langkah partai berkarya yang menjual sosok Soeharto tidak akan efektif untuk menggaet pemilih di Pemilu 2019.

Sejarawan LIPI Sebut Hanya Orang Gila yang Mau Kembali ke Era Soeharto
KOMPAS.com/Ihsanuddin
Sejarawan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Hermawan Sulistyo, Kamis (6/12/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sejarawan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Hermawan Sulistyo menilai, langkah partai berkarya yang menjual sosok Soeharto tidak akan efektif untuk menggaet pemilih di Pemilu 2019.

Menurut dia, tak banyak masyarakat yang ingin kembali ke era Soeharto.

"Hanya orang gila yang mau kembali ke rezim itu. Ngomong begini pasti selesai. Hidup penuh ketakutan setiap hari. Apalagi bikin NGO (LSM), jangan mimpi, besoknya hilang," kata Hermawan dalam diskusi 'Orba dalam Pilpres' Jakarta, Kamis (6/11/2018).

Baca: Hasil Survei LSI: Elektabilitas Jokowi-Maruf 53,2 Persen, Prabowo-Sandiaga 31,2 Persen

Menurut Hermawan, orang-orang yang ingin kembali ke era Soeharto adalah mereka yang secara ekonomi mendapatkan keuntungan dari kebijakan saat itu yang sarat dengan korupsi, korupsi dan nepotisme. Namun, jumlahnya hanya sedikit.

"Lebih banyak masyarakat yang menderita di zaman itu," kata dia.

Baca: Hasil Survei LSI: Publik Tahu Program Jokowi-Maruf tetapi Tak Membicarakan

Hermawan menambahkan, isu orba tidak akan laku pada pada pemilih pemula. Meski tidak merasakan langsung bagaimana kepemimpinan Soeharto, namun Hermawan menilai anak muda saat ini sudah cerdas.

Mereka tidak akan mudah mempercayai ucapan politisi yang menyebut bahwa hidup di zaman Soeharto lebih enak.

"Banyak anak-anak milenial yang cerdas, menelusuri dia lihat, buka file lama akan tahu siapa penjahat HAM, siapa yang merampok ekonomi kita," kata dia.

TONTON JUGA:

TAUTAN AWAL: https://nasional.kompas.com/read/2018/12/06/18584831/sejarawan-lipi-hanya-orang-gila-yang-mau-kembali-ke-era-soeharto

Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved