November 2018 Nilai Santunan Tembus hingga Rp 2,3 Triliun, Begini Penjelasan Pihak Jasa Raharja

November 2018 Nilai Santunan Tembus hingga Rp 2,3 Triliun, Begini Penjelasan Pihak Jasa Raharja.

November 2018 Nilai Santunan Tembus hingga Rp 2,3 Triliun, Begini Penjelasan Pihak Jasa Raharja
TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Direktur Operasional PT Jasa Raharja (Persero), Amos Sampetoding 

Laporan Wartawan Tribun Manado, Christian Wayongkere

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - ‎PT Jasa Raharja (Persero) mengungkapkan untuk nilai santunan yang diberikan kepada korban kecelakaan pada tahun 2017 mencapai Rp 1,7 triliun, pada tahun 2018 hingga bulan November sudah sentuh angka Rp 2,3 Triliun.

Baca: Police & Jasa Raharja Go to Campus: Seluruh Mahasiswa Harus Pakai Helm saat Berkendara!

Baca: Zumi Zola Divonis 6 Tahun Penjara, Terbukti Korupsi Rp 40 M untuk Beli Mobil hingga Action Figure

Menurut Amos Sampetoding, Direktur Operasional PT Jasa Raharja (Persero), hal tersebut karena santunannya yang naik.

Terkait naiknya nilai santunan yang diberikan Jasa Raharja dijelaskan Amos Sampetoding saat menghadiri pelaksanaan Police and Jasa Raharja Go to Campus di Politeknik Negeri Manado (Polimdo), Kamis kemarin.

Dijelaskannya, Menteri Keuangan per 1 Juli 2017 menerbitkan peraturan menteri keuangan (permenkue) nomor 15 dan 16 tahun 2017 tentang santunan Jasa Raharja.

"Jadi naiknya sebesar 100 persen, dulu korban kecelakaan yang meninggal dunia diberikan santunan Rp 25 juta sekarang Rp 50 juta, biaya perawatan Rp 10 juta sekarang diberikan maksimum Rp 20 juta. Bahkan ada tambahan lagi biaya P3K senilai Rp 1 juta, sehingga santuan Jasa Raharja meningkat signifikan, bukan karna korbannya melainkan satu diantara faktor fatalitas dan faktor inflasi sehingga biaya rawat di rumah sakit meningkat," kata Amos.

Baca: Siaran Langsung RCTI & Daftar Lengkap Nominasi Panasonic Gobel Awards 2018 Malam Ini 21.00 WIB!

Baca: Tak Hanya Nia Ramadhani, Nama 6 Artis Ini Juga Ikut Terseret dalam Kasus Kosmetik Ilegal

Lanjut dia jika terjadi kecelakaan dan ada penanganan P2K dari pihak lain kepada korban dalam upaya mengurangi fatalitas, mendapat santunan atau biaya P2K Rp 1 juta.

Selanjutnya, dalam rangkaian kecelakaan ketika korban butuh ambulans, menkeu memberikan 'SKIp' diberikan santuan Rp 500 ribu.

Hal-hal inilah yang membuat santunan Jasa Raharja meningkat signifikan, namun bukan karena korbannya melainkan faktor lain adalah fasilitas dan faktor inflasi sehingga biaya rawat di rumah sakit meningkat.

Kata Amos, yang paling besar pengaruh santunan Jasa Raharja meningkat 100 persen tanda dibarengi dengan peningkatan premi atau iuran wajib dan sumbangan Jasa Raharja.

Baca: Terkait Kasus Kosmetik Oplosan, Polda Jatim Akan Segera Lakukan Pemeriksaan Pada Nia Ramadhani

Baca: Evolusi Cristiano Ronaldo Bersama Juventus: Lebih Mematikan dan Tidak Egois

"Ini bagian kebijakan pemerintah, hak masyarakat ditingkatkan sementara kewajibannya tidak ditingkatkan," tambahnya.

Untuk kleim sendiri pihak Jasa Raharja menjamin semua korban kecelakaan umum dan korban kecelakaan lalu lintas jalan pasti akan dijamin.

Oleh sebab itu Menkue menerbitkan Permen nomor 141 tahun 2018 tentang koordinasi antar penjamin untuk meningkatkan kesehatan.

"Jadi kalau kecelakaan lalu lintas dijamin oleh Jasa Raharja kemudian yang membiayai adalah apakah BPJS kesehatan dan BPJS Tenagakerjaan, Taspen, BPS hingga Askes bisa bisa reimburse ke Jasa Raharja sehingga biaya mereka tidak berkurang. Karena Jasa Raharja menjadi pembayar pertama sebagaimana diwajibkan dalam Perpres nomor 82 tahun 2018," ‎ tandasnya.

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved