The Gade Coffee and Gold Hadir di Bitung, Manjakan Kaum Millenial Kota Cakalang

The Gade Coffee and Gold Bitung di Jalan Yos Sudarso Nomor 3 Bitung merupakan outlet ke-20 di Indonesia.

The Gade Coffee and Gold Hadir di Bitung, Manjakan Kaum Millenial Kota Cakalang
Istimewa
The Gade Coffee and Gold hadir di Kota Bitung 

The Gade Coffee and Gold Hadir di Bitung, Manjakan Kaum Mileniel Kota Cakalang

Laporan wartawan Tribun Manado, Fernando Lumowa 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Setelah di Manado, The Gade Coffee and Gold kini hadir di Kota Bitung, Sulawesi Utara.  Kedai tersebut mulai melayani warga kota Cakalang sejak Kamis (06/12/2018).

The Gade Coffee and Gold Bitung di Jalan Yos Sudarso Nomor 3 Bitung  merupakan outlet ke-20 di Indonesia.

Dalam waktu dekat juga, outlet serupa segera di buka di kota-kota lainnya seperti Surabaya, Semarang, Aceh, Lampung, Ambon, Tasikmalaya, dan beberapa kota lainnya.

Baca: The Gade Coffe and Gold Resmi Hadir di Manado

 

Baca: Barista Cantik Ini Adu Nasib di Manado, Pengunjung Ngaku Cuci Mata di The Gade Coffee and Gold

 

Tak hanya menyediakan aneka kopi, tapi juga ada co-working space yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja, diskusi, atau kebutuhan lain. Masyarakat juga bisa bertransaksi gadai maupun investasi lainnya karena kedai ini berdampingan dengan kantor layanan Pegadaian Bitung.

Harianto Widodo, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Pegadaian menjelaskan, The Gade Coffee and Gold Bitung ini bagian dari transformasi Pegadaian.

“Bukan berarti Pegadaian fokus jual kopi tapi kita itu bagian dari upaya mendekatkan layanan Pegadaian ke masyarakat,” ujarnya.

Della Mifty tampak sibuk di The Gade Coffeee and Gold, Jalan Pierre Tendean Boulevard, Manado, Sulawesi Utara, Rabu (11/07/2018).
Della Mifty tampak sibuk di The Gade Coffeee and Gold, Jalan Pierre Tendean Boulevard, Manado, Sulawesi Utara, Rabu (11/07/2018). (TRIBUN MANADO/NIELTON DURADO)

Lebih dari itu, keberadaan The Gade Coffee and Gold ini membawa pesan Pegadaian hadir untuk semua kalangan. Bukan hanya masyarakat kelas menengah ke bawah.

Baca: Direkam Diam-diam saat Bugil, Wanita ini Gugat Hotel Hilton Rp 1,4 Triliun

Baca: (VIDEO) Saat Trump Bertemu 4 Mantan Presiden AS di Pemakaman George HW Bush

Baca: Guru di AS Dipecat Gara-gara Sebut Sinterklas Tidak Nyata

“Café ini bias jadi tempat nongkrong semua kalanga, apalagi kaum menengah ke atas, eksekutif muda, dan pejabat,” ujarnya.

Kemudian, Pegadaian memilih konsep café karena melihat fenomena kebutuhan generasi millennial yang notabene merupakan pasar potensial.

Hal ini sejalan dengan profil usaha Pegadaian yang menyasar generasi millennial. Bagaimana Pegadaian memperkenalkan  produk dan layanan yang disediakan.

“Kehadiran kedai kopi Pegadaian di Bitung tidak lain untuk mendekatkan pelayanan sekaligus mengenalkan produk layanan kepada generasi millennial,” ujarnya.

Katanya, model bisnis Pegadaian jauh berkembang makin terpadu. Bukan hanya jasa pemenuhan dana cepat, tapi juga bagi mereka yang punya dana lebih.

Pegadaian kini menawarkan investasi emas secara retail, transaksi keuangan, bahkan kredit kendaraan.  “Visi kami menjadi agen inklusi keuangan pilihan utama masyarakat,” ujarnya lagi.

Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved