Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Rusia Sudah Siap Lomba Senjata Jika Amerika Keluar dari Perjanjian Nuklir

Rusia mengklaim sudah merencanakan perlombaansenjata jika Amerika Serikat keluar dari perjanjian nuklir era Perang Dingin.

Editor: Aldi Ponge
AFP / OLGA MALTSEVA
Kendaraan artileri Rusia saat mengikuti parade militer di Saint Petersburg, Mei 2018. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Rusia mengklaim sudah merencanakan perlombaansenjata jika Amerika Serikat keluar dari perjanjian nuklir era Perang Dingin.

Dalam konferensi pers, Menteri Pertahanan Sergey Shoigu mengungkapkan rencana jajarannya untuk meningkatkan kemampuan militer.

Newsweek memberitakan Selasa (4/12/2018), Shoigu berujar salah satunya Rusia bakal melancarkan sekitar 4.000 kali latihan perang.

"Kami mempertimbangkan memperkuat kapasitas tempur dan sarana militer di tengah perlombaan senjata terkait rencana AS," beber Shoigu.

Panglima Tertinggi yakni Presiden Vladimir Putin, tutur Shoigu, sudah mendapat pemberitahuan mengenai rencana Kementerian Pertahanan.

"Pengembangan pasukan bertujaun memastikan keamanan negara dan menangkal teknologi canggih musuh," papar Shoigu merujuk kepada AS.

Baca: Amerika Dukung Rencana Israel Hancurkan Terowongan Hezbollah

Selain menggelar banyak latihan perang, media Rusia juga mengulas pemerintah bakal mempermudah perizinan militer dalam mendapatkan peralatan baru.

Perjanjian bernama Traktat Nuklir Jarak Menengah (INF) itu dibuat pada 1987 antara Presiden AS Ronald Reagan dan Pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev.

Dalam perjanjian tersebut, baik Rusia maupun AS dilarang memproduksi rudal balistik maupun penjelajah dengan daya tempuh 500-5.500 kilometer.

Tujuan dari perjanjian itu adalah mencegah kemungkinan perang nuklir. Sebab rudal jarak menengah bisa mencapai target hanya dalam waktu beberapa menit.

Imbas dari penerapan INF, Rusia menghancurkan sekitar 2.000 rudalnya. Sementara Washington dilaporkan memusnahkan 850 misil.

Baca: Kejuaraan Dunia Catur Dipindah dari Arab Saudi Setelah Pemain Israel Ditolak

Namun pada Oktober lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana keluar dari INF setelah menuduh Moskwa telah melakukan pelanggaran.

Selain itu, Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton menuturkan perjanjian nuklir yang terbaru harus mencakup China.

Gedung Putih dilaporkan mendesak Rusia untuk mematuhi INF dalam waktu dua bulan. Jika tidak, Washington bakal benar-benar meninggalkannya.

Harian Rusia Kommersant mengulas Moskwa tidak akan mendengarkan desakan AS karena selama ini, mereka tak pernah merespon ultimatum.

Sejumlah pakar menyatakan bubarnya INF justru adalah momen yang paling diinginkan Rusia. Sebab, kesepakatan itu rupanya tidak populer di kalangan pemimpin militer Kremlin.

TONTON JUGA:

TAUTAN AWAL: https://internasional.kompas.com/read/2018/12/04/22222351/jika-as-keluar-dari-perjanjian-nuklir-rusia-sudah-siap-lomba-senjata

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved