Cerita Opa No, si Pria Paruh Baya yang Sudah 28 Tahun Jaga Gunung Soputan

Pria paruh baya yang berprofesi sebagai petani juga mengabdikan dirinya untuk bertugas sebagai pengawas di pos pendakian selama kurang lebih 28 tahun.

Cerita Opa No, si Pria Paruh Baya yang Sudah 28 Tahun Jaga Gunung Soputan
TRIBUNMANADO/ANDREAS RUAUW
Nober No Lolowan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MINAHASA - Nober No Lolowan (66) seorang warga lokal yang tinggal di pos pendakian Gunung Soputan tepatnya di Wilayah Tompaso Barat, Desa Pinabetengan, Minahasa ini merupakan orang yang cukup populer di kalangan pendaki Sulawesi Utara.

Pasalnya pria paruh baya yang berprofesi sebagai petani ini juga mengabdikan dirinya untuk bertugas sebagai pengawas di pos pendakian selama kurang lebih 28 tahun.

Baca: Ini Solusi Harga Kopra Menurut Engelbertus Tatibi

Bahkan sebelum jalur pendakian Pinawetengan dibuka pada tahun 1989.

Nober yang akrab disapa Opa No ini juga menjadikan rumahnya sebagai tempat singgah bagi para pendaki yang sudah berjalan lintas desa dan kebun sepanjang empat kilometer dari desa terdekat.

Rumah sekaligus kantin miliknya tersedia bermacam-macam jajanan yang sederhana berupa mie instan, cemilan dan air mineral yang harganya terbilang murah.

Baca: Siang Hari Bolmong Berpotensi Hujan Disertai Petir

Tidak lupa juga Opa No menyediakan minuman tradisional saguer untuk ditawarkan kepada pengunjung domestik dan manca negara bilamana melintas di depan rumahnya.

Opa No bersama istri mengaku selalu menganggap para pendaki seperti anak mereka sendiri, "walaupun kami punya tiga anak, tapi kami tetap menganggap para pendaki yang datang di gunung ini sebagai anak kami," katanya.

Suasana di Lokasi Gunung Soputan
Suasana di Lokasi Gunung Soputan (TRIBUNMANADO/ANDREAS RUAUW)

Opa No selalu antusias menjalani tugasnya sebagai pengawas pos pendakian walau harus standby selama 24 jam.

Gunung Soputan
Gunung Soputan (Tribunmanado)

"saya senang jika banyak pendaki yang melintas, bahkan saya dan istri sangat menikmati melayani para pendaki yang datang pada hari raya peringatan 17 Agustus yang waktu itu bisa sampai ribuan orang," tandas nya berseri.

Penulis: Andreas Ruauw
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved