Sekjen Partai Berkarya: Pak Harto Hidupnya Sederhana, Kok Tega Disebut Guru Korupsi

Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso heran dengan menyayangkan pernyataan Wasekjen PDI-P Ahmad Basarah yang menyebut Soeharto gurunya koruptor

Sekjen Partai Berkarya: Pak Harto Hidupnya Sederhana, Kok Tega Disebut Guru Korupsi
Internet
Mantan Presiden ke 2 Republik Indonesia, Soeharto 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso heran dengan menyayangkan pernyataan Wakil Sekjen PDI-P Ahmad Basarah yang menyebut Soeharto sebagai gurunya koruptor.

"Itu adalah pernyataan dan tuduhan yang keji. Saya agak kaget kalau itu disampaikan tokoh sekaliber Mas Ahmad Basarah, sahabat saya yang juga Wakil Ketua MPR RI," kata Priyo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/11/2018).

 "Pak Harto selama ini dikenal menjalani hidup yang cukup sederhana untuk ukuran presiden yang berkuasa selama 32 tahun. Beliau juga telah menoreh beberapa prestasi dan mempunyai jasa yang cukup besar," lanjut Priyo.

Baca: Jika Lolos ke Senayan, Partai Berkarya Perjuangkan Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto

Baca: Partai Berkarya Optimistis Raih Posisi 5 Besar di Pileg 2019

Priyo menegaskan, sampai sekarang belum ada bukti secara hukum bahwa Soeharto melakukan korupsi seperti yang dituduhkan banyak pihak. Saat wafat, Presiden kedua itu juga mendapatkan pemakaman yang layak sesuai kapasitasnya sebagai mantan pemimpin negara.

Priyo bahkan mengaku menyaksikan sendiri masyarakat memadati lokasi dimakamkannya Soeharto di Astana Giribangun, Karanganyar.

Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto (kedua kiri), Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso (kedua kanan), kader baru Partai Berkarya Titiek Soerharto (tengah), dan sejumlah kader partai berfoto bersama saat jumpa pers di Museum Memorial Jenderal Besar HM Soeharto, Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul, DI Yogyakarta, Senin (11/6). Dalam jumpa pers tersebut, kader senior Partai Golkar Siti Hediyati Hariyadi atau Titiek Soeharto mendeklarasikan diri pindah menjadi kader Partai Berkarya.
Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto (kedua kiri), Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso (kedua kanan), kader baru Partai Berkarya Titiek Soerharto (tengah), dan sejumlah kader partai berfoto bersama saat jumpa pers di Museum Memorial Jenderal Besar HM Soeharto, Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul, DI Yogyakarta, Senin (11/6). Dalam jumpa pers tersebut, kader senior Partai Golkar Siti Hediyati Hariyadi atau Titiek Soeharto mendeklarasikan diri pindah menjadi kader Partai Berkarya. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/kye/18. (Andreas Fitri Atmoko))

"Puluhan ribu, bahkan ratusan ribu berjejer, mereka mengantarkan, menangis, merasa kehilangan, dan menyampaikan penghormatan terakhir pada Pak Harto. Saya tidak tahu, kok tega-teganya Pak Harto disebut sebagai guru korupsi," kata Priyo.

Sebelumnya, Basarah menyebutkan, maraknya korupsi di Indonesia dimulai sejak era Presiden Soeharto. Oleh karena itu, ia menyebut Soeharto sebagai guru korupsi di Indonesia.

Hal itu disampaikan Basarah menanggapi pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menyatakan korupsi di Indonesia seperti kanker stadium empat.

"Jadi, guru dari korupsi indonesia sesuai TAP MPR Nomor 11 tahun 1998 itu mantan Presiden Soeharto dan itu adalah mantan mertuanya Pak Prabowo," kata Basarah usai menghadiri diskusi di Megawati Institute, Menteng, Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Menurut dia, dengan menyinggung permasalahan korupsi, Prabowo seperti memercik air di dulang tepercik muka sendiri. Alasannya, ia menyebutkan, Prabowo menjadi bagian dari kekuasaan Orde Baru.

Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved