Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Makin Banyak Turis Asing jadi Pengemis Demi Keliling Dunia

Demi melanjutkan perjalanan atau kembali ke negara asal, para turis yang telah kehabisan uang pun rela untuk mengemis di tengah keramaian.

Editor:
TWITTER/Adventure.com
Turis mengemis untuk mendanai perjalananya. Fenomena begpackers seperti ini semakin banyak terjadi di daerah destinasi 

Makin Banyak Turis Asing jadi Pengemis Demi Keliling Dunia

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang turis asal Rusia ditemukan tidur di kompleks permakaman umum di Desa Sepuh Gembol, Probolinggo, Jawa Timur.

Pria bernama Boris Osmanov itu sebelumnya telah melakukan perjalanan ke beberapa negara.

Namun, Osmanov kehabisan uang saat dirinya mengunjungi Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo.

Dengan alasan tak punya uang inilah, Osmanov kemudian membangun sebuah tenda di pemakaman. Saat ditemukan, Osmanov dalam kondisi sakit.

Turis Pengemis

Tidak hanya di Indonesia, hal serupa juga terjadi di negara Asia lainnya, seperti Singapura, Vietnam, Taiwan, dan Thailand.

Demi melanjutkan perjalanan atau kembali ke negara asal, para turis yang telah kehabisan uang pun rela untuk mengemis di tengah keramaian.

Kegiatan mengemis yang dilakukan oleh para turis ini kemudian disebut dengan 'Begpackers'.

Fenomena ini biasanya terjadi ketika turis datang dengan membawa uang pas-pasan atau kurang, sehingga mereka tidak dapat melanjutkan perjalanan.

Di Indonesia, begpackers memang sering muncul. Hingga saat ini belum ditemukan solusi atau kebijakan untuk mengatasi para begpackers di Indonesia.

Seorang turis asing di Bali tampak tengah mengais makanan sisa dari tong sampah (Facebook | Dwikayanthi Pudja)
Seorang turis asing di Bali tampak tengah mengais makanan sisa dari tong sampah (Facebook | Dwikayanthi Pudja) ()

Namun tampaknya fenomena begpackers telah menjadi tren di kalangan turis untuk menghemat biaya selama melakukan perjalanan lintas negara.

Demi mendapatkan sejumlah uang, para turis rela untuk mengemis, mengamen, menjual barang miliknya.

Selain itu, mereka bahkan meminta sumbangan baik melalui warga sekitar atau melalui kampanye crowdfunding untuk membantu mendanai perjalanan mereka.

Para turis juga seringkali melakukan begpackers di negara-negara dengan pendapatan jauh lebih rendah dari apa yang mereka dapatkan di negara asalnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved