KNKT Sebut Pesawat Lion Air PK-LQP Sudah Rusak 3 Kali Berturut-turut Setelah Teliti Black Box

KNKT membeberkan sejumlah fakta mengenai jatuhnya Lion Air PK-LQP sudah rusak 3 kali berturut-turut setelah meneliti black box

KNKT Sebut Pesawat Lion Air PK-LQP Sudah Rusak 3 Kali Berturut-turut Setelah Teliti Black Box
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono saat memberikan keterangan pers penemuan Black box Lion Air JT 610 di Tanjung priuk JICT 2, Jakarta Utara, Kamis (1/11/2018). Black box ditemukan di lokasi berjarak 400 meter dari lokasi terakhir hilangnya Lion Air JT 610 dengan kedalaman 30 meter. 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) membeberkan sejumlah fakta mengenai jatuhnya Lion Air PK-LQP.

Dilansir Tribun Video dari tayangan Apa Kabar Indonesia Pagi yang diunggah di akun Youtube tvOne pada Senin (5/11/2018), KNKT membeberkan bahwa speedometer atau petunjuk kecepatan pesawat tersebut telah rusak.

Dugaan tersebut muncul pasca ditemukannya data flight data rekorder black box pesawat Lion Air.

Ketua KNKT Suryanto Cahyono menjelaskan saat mengalami kecelakaan pesawat tersebut jatuh dari udara dalam kecepatan cukup tinggi dengan kondisi mesin masih menyala hingga akibatkan turbin atau kompresor hilang.

Baca: Gini Kronologi & Rekaman Percakapan Pilot dari Black Box Lion Air PK-LQP yang Jatuh

Baca: (VIDEO) KNKT Gandeng Negara Lain untuk Membantu Ungkap Isi Black Box Lion Air yang Jatuh

KNKT Gandeng Negara Lain untuk Membantu Ungkap Isi Black Box Lion Air yang Jatuh
KNKT Gandeng Negara Lain untuk Membantu Ungkap Isi Black Box Lion Air yang Jatuh (YOUTUBE)

Baca: Berikut 6 Info Terkini Lion Air JT-610 Pasca Jatuh, Identifikasi Korban hingga Data Black Box

Baca: Banyak Korban Lion Air Terdampar ke Pantai: Ini Data Black Box yang Didalami KNKT

"Dan kita lihat serpihan ini sudah dalam bentuk kecil-kecil, itu menandakan bahwa ketika pesawat menyentuh air itu dengan kecepatan cukup tinggi, maka serpihan yang terjadi adalah sedemikian rupa kecil-kecil, menandakan energi yang dilepas saat itu luar biasa," ujar Suryanto.

Ia melanjutkan bahwa pesawat tidak pecah di udara melainkan pecah saat bersentuhan dengan air.

Suryanto juga menjelaskan jika pesawat pecah di udara maka serpihannya akan sangat lebar.

Hasil investigasi KNKT berhasil menemukan fakta bahwa penerbangan JT 610 rupanya bukan penerbangan satu-satunya yang menggunakan pesawat PK-LQP dalam kondisi rusak.

Pesawat tersebut rupanya telah tiga kali berturut mengalami kerusakan yang sama sebelum akhirnya mengalami peristiwa nahas.

Kerusakan tersebut terdeteksi pada indikator kecepatan pesawat.

Halaman
12
Editor: Ferra Faradila Rizki Sahibondang
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved