Ekonom Menyatakan Rupiah Masih Mengalami Tekanan Sampai 2019

Ekonom memproyeksi daya tahan rupiah ini akan sanggup berlanjut hingga pengujung tahun. Namun, itu tak serta merta berarti kurs rupiah aman

Ekonom Menyatakan Rupiah Masih Mengalami Tekanan Sampai 2019
kontan
Menghitung rupiah. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ekonom memproyeksi daya tahan rupiah ini akan sanggup berlanjut hingga pengujung tahun. Namun, itu tak serta merta berarti kurs rupiah aman dari bayang-bayang pelemahan di tahun depan.

Nilai tukar rupiah terus menguat dan menjauhi level Rp 15.000 per dollar Amerika Serikat (AS).

Menghitung dolar AS dan rupiah
Menghitung dolar AS dan rupiah (kontan)

Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail menilai, tantangan bagi kurs rupiah masih cukup banyak di tahun 2019. 

Dia menyatakan, keputusan pemerintah mematok asumsi rupiah di level Rp 15.000 per dollar AS dalam APBN 2019 sudah cukup tepat.

Baca: Wawali Harapkan Semua Puskesmas Aktif Gelar Kegiatan

"Pertama, suku bunga AS di tahun depan masih akan naik tiga kali lagi sampai Juni 2019. Rupiah masih akan mengalami tekanan karena ini," ujar Mikail, Kamis (8/11/2018).

Selain itu, Mikail juga melihat belum adanya rencana pencabutan subsidi bahan bakar minyak (BBM) di tahun depan. Dengan begitu, neraca pembayaran pun masih akan terbeban dan transaksi berjalan masih akan mencetak defisit.

Jika mengacu pada kurs rupiah di non-delivery forward (NDF), Mikail bilang, posisi rupiah untuk 12 bulan ke depan berada di level Rp 15.300 per dollar AS.

"Jadi mungkin rata-rata nilai tukar rupiah tahun depan masih akan terdepresiasi ke arah sana karena biasanya mimicking dengan NDF," lanjut Mikail.

Baca: Timses Jokowi-Maruf: Kasus Iklan Kampanye Jadi Pembelajaran

Senada, Pengamat Ekonomi Indef Bhima Yudhistira juga mengingatkan, faktor eksternal yang mempengaruhi rupiah di tahun depan tak hanya datang dari kebijakan moneter The Fed.

Bank sentral negara lainnya juga tengah mengambil ancang-ancang melakukan pengetatan moneter, antara lain Uni Eropa dan Jepang.

Halaman
12
Editor: Hans Koswara Widjaya
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved