Inilah Hasil Munas LP3KN di Ambon, DKI Jakarta dan NTT Berebut Tuan Rumah 2020
Inilah Hasil Munas LP3KN di Ambon, DKI Jakarta dan NTT Berebut Tuan Rumah 2020
Penulis: | Editor: Aldi Ponge
Laporan Wartawan Tribun Manado David Manewus
TRIBUNMANADO.CO.ID ,AMBON - Usai seminar nasional, menurut A Bobby, Humas Lembaga Pengembangan dan Pembinaan Paduan Suara Gerejani ( Pesparani) Nasional ( LP3KN), para peserta mengikuti Munas di Islamic Center.
Munas yang diikuti oleh 33 provinsi ini (Jawa Timur tidak hadir), dipimpin oleh Ketua Umum LP3KN Adrianus Meliala.
Turut mendampingi Toni Pardorsi (Sekretaris Umum), Pastor PC Siswantoko Pr. (Ketua I), Pastor John Rose Pr. (Ketua II), Pastor Agus Ulahayanan Pr. (Ketua III), Susetyo Edi Prabowo (Ketua Bidang Penyelenggara), dan Leornadus J. Renyut (Ketua Bidang Dana).
Baca: Beri Materi Seminar Nasional di Pesparani Ambon Bersama Pastor Cardo, Prof Perry Mainkan Organ
Menurut A Bobby, Kamis (1/11/2018), sebelum Munas dibuka, Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama Eusabius Binsasi yang turut hadir dalam Munas memberikan pengarahan. Eusabius menyatakan bahwa Munas adalah wadah pengambilan keputusan terkait dengan hal-hal substansial organisasi LP3KN, salah satunya adalah tentang tuan rumah Pesparani Nasional mendatang.
“Munas LP3KN mesti terlaksana dalam semangat persaudaraan dalam semangat kekatolikan.”katanya.
Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik (LP3K) adalah lembaga yang secara khusus memiliki tugas untuk mengadakan Pesparani secara rutin.
Lembaga ini memiliki tiga pilar, yaitu Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), pemerintah, awam. Untuk mewujudkan kegiatan ini dibentuk LP3KN di tingkat nasional. Di tingkat daerah (provinsi, kabupaten, dan kota) dibentuk Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah ( LP3KD).
Baca: Mahfud MD Nyanyikan Beberapa Lagu Daerah, Beri Materi Dalam Seminar Nasional Pesparani di Ambon
Pesparani sendiri merupakan suatu aktivitas seni budaya umat Katolik dalam bentuk pagelaran, lomba musik, dan nyanyian liturgi dengan tujuan mengembangkan pemahaman, penghayatan, dan pemahaman masyarakat Katolik terhadap ibadah dan liturgi gerejani.
Di samping itu Pesparani adalah salah satu bentuk kegiatan kerohanian untuk pengembangan iman yang sekaligus memperhatikan, menghargai, dan mendorong pengembangan seni budaya bernafaskan iman Katolik.
Oleh karena itu dalam Munas kali ini secara khusus membahas tentang penyelenggaraan Pesparani Katolik Nasional yang kedua.
Sidang paripurna ini menghasilkan dua keputusan.
Pertama, sesuai statuta Pesparani diadakan tiga tahun sekali. Namun, untuk Pesparani II akan diadakan pada tahun 2020.
Hal ini diputuskan mengingat pada tahun 2021 akan diadakan MTQ Nasional dan Pesparawi Nasional.
Dengan diadakannya Pesparani pada dua tahun mendatang akan mempermudah pemerintah daerah dalam memberangkatkan kontingen untuk mengikuti Pesparani Katolik Nasional II.
Baca: Tim Pesparani Sulut Akan Tampil dalam Acara Malam Suguhan Seni