Ibu Diduga Bakar Anak hingga Tewas Mengaku Menyesal: Ingin Hadiri Pemakaman Jessica
Nasi sudah jadi bubur. Jessica Mananohas (10), bocah yang meninggal lantaran dugaan dibakar ibu kandung, telah pergi selamanya.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID - Nasi sudah jadi bubur. Jessica Mananohas (10), bocah yang meninggal lantaran dugaan dibakar ibu kandung, telah pergi selamanya.
Bocah kelas IV SD sudah berjuang 41 hari melawan maut. Namun, Tuhan lebih sayang Jessica. Selasa (23/10/2018), sang bocah menghembuskan napas terakhir dalam perawatan di RSUP Prof Kandou, Manado.
Kabar meninggalnya Jessica sampai ke telinga sang ibu, Olga Semet yang jadi tersangka kasus penganiayaan menyebab kematian putrinya. Olga kepada polisi mengaku menyesali perbuatannya yang mengakibatkan Jessica kehilangan nyawa.
Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Sudung Napitu kepada tribunmanado.co.id, Rabu kemarin mengatakan, Olga menyesal. “Tersangka menyesali perbuatannya, karena sebagai orangtua,” kata Kapolres.
Kata dia, penyebab tersangka sampai melakukan penganiayaan pada korban karena faktor emosi. “Tersangka emosional sampai membakar korban,” kata dia.
Jenasah Jesica diperkirakan tiba Kamis subuh hari ini. Sang ibu berkeinginan menghadiri pemakamannya. Kapolres Napitu mengatakan, pada prinsipnya pihak kepolisian tidak menghalagi apa yang menjadi hak dari tersangka.
“Karena itu dilindungai undang-undang. Juga karena ada kaitan ibu dan anak terlepas dari proses pidana,” ujar Kapolres.
Kata Kapolres, kemungkinan besar tersangka akan datang pada pemakaman. “Karena sudah ada permintaan dari tersangka untuk hadirkan di pemakaman,” katanya.
Polisi juga mempertimbangkan keamanan dari yang bersangkutan. Ada sebagian dari keluarga belum menerima apa yang dilajukan oleh tersangka kepada korban. “Pada prinsipnya kami tidak membatasi, kami siap mengamankan dari tersangka,” ucap Kapolres.
Soal kasus dugaan penganiayaan, penyidik melakukan perubahan pasal. “Tetap akan proses tuntas perkara tersebut, sekarang proses melengkapi berkas-berkas,” kata Kapolres Napitu.
Sebelum korban meninggal dunia, pihak penyidik sudah melimpahkan berkas ke kejaksaan. Terdahulu kondisi korban masih luka berat. Artinya korban masih dalam kondisi hidup, pemberkasan tuntas, dikirimkan ke jaksa tahap pertama.
“Namun setelah perkembangan informasi Selasa meninggal, tentunya ini harus dilengkapi bukti ontentik seperti otopsi, untuk mengetahui penyebab kematian,” ujar Kapolres. “Mungkin ada pasal yang kita persangkakan, ada perubahan pasal,” kata Kapolres.

Jenazah Jessica sempat dibawa ke rumah ayahnya Rony Mananohas di Kelurahan Bitung Barat I, Kecamatan Maesa, Kota Bitung, Rabu kemarin.
Menurut Rony, jenazah Jessica akan dimakamkan di Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe. “Pukul 12.00 Wita ini ibadah pelepasan di sini (Kelurahan Bitung Barat I), setelah itu jenazah dibawa ke Pelabuhan Manado untuk diberangkatkan ke Sangihe,” katanya kepada tribunmanado.co.id.
Pantauan tribunmanado.co.id, warga sekitar serta saudara Jessica dari Sangihe memadati rumah duka untuk mengikuti ibadah pelepasan sebelum jenazah dibawa ke Sangihe.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bitung, Julius Ondang saat mendatangi rumah duka mengatakan, turut berdukacita atas meninggalnya adik Jessica. “Kami pemerintah pun berharap tidak akan ada Jessica berikutnya yang meninggal akibat perbuatan orangtuanya sendiri. Mendidik anak itu punya banyak cara tanpa harus dengan kekerasan. Untuk itu menjadi pelajaran bagi para orangtua untuk mendidik dengan cara wajar dan mendidik anak,” tambahnya.