Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gempa Sulawesi Tengah

3 Universitas Ini Siap Menampung Mahasiswa Universitas Tadulako yang Terkena Bencana Gempa Tsunami

Universitas yang siap menampung mahasiswa yang menjadi korban gempa dan tsunami di Palu-Donggala.

Editor: Siti Nurjanah
YouTube/Motion Loop
Ilustrasi seismograf, pendeteksi gempa bumi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Universitas Muhammadiyah Purwokerto(UMP) Banyumas, Jawa Tengah siap menampung mahasiswa yang menjadi korban gempa dan tsunami di Palu-Donggala.

Dilansir Kompas.com Rektor UMP Syamsuhadi Irsyad mengatakan bahwa UMP bersedia menjadi kampus tujuan bagi para korban yang kegiatan perkuliahannya terhenti akibat bencana.

"Semua mahasiswa dari Palu yang perkuliahannya tidak bisa dilaksanakan hingga batas waktu tertentu akibat bencana, kami persilakan untuk melanjutkan studi di UMP," katanya.

Tidak hanya itu, Rektor UMP juga akan menggratiskan biaya studi selama di UMP bahkan UMP menyediakan uang saku untuk mereka yang benar-benar kekurangan dana.
Perbandingan garis pantai di Palu sebelum dan sesuah gempa Donggala
Perbandingan garis pantai di Palu sebelum dan sesuah gempa Donggala (Via Kompas.com)

Anjar Nugroho, Wakil Rektor Bidang Akademik menjelaskan bahwa para mahasiswa terdampak yang meninggalkan Palu dan berada di kota lain bisa mengikuti kuliah sit in di prodi yang relevan dengan mata kuliah sesuai.

Sedangkan penjelasan mengenai mekanisme perpindahan sementara bisa menghubungi ke rektorat UMP.

Anjar juga mengatakan mahasiswa asal Palu yang sedang berkuliah di UMP bisa mengajukan keringanan biaya kuliah.

“Untuk mahasiswa asal Palu yang kuliah di UMP jika memang keluarganya menjadi korban bencana tersebut, bisa untuk mengajukan keringanan biaya uang kuliah,” jelas Anjar.

Sejalan dengan UMP, UNS juga membuka kampusnya untuk menerima mahasiswa dari Universitas Tadulako (Untad).

Hal ini karena pelayanan pendidikan di Untad Palu tidak bisa berjalan hingga batas waktu tertentu akibat bencana ini.

Menurutnya, mahasiswa Untad yang ditampung perkuliahannya akan menjadi mahasiswa titipan di UNS.

Lumpur yang keluar dari perut bumi pasca-gempa bermagnitudo 7,4 menenggelamkan rumah-rumah di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Lumpur yang keluar dari perut bumi pasca-gempa bermagnitudo 7,4 menenggelamkan rumah-rumah di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah. ((KOMPAS.com/ROSYID A AZHAR))

Baca: CEO Google, Apple dan Facebook Beri Sumbangan untuk Korban Gempa & Tsunami Palu

Jika Untad sudah siap menerima kembali, kata Ravik, mereka akan dipulangkan untuk melanjutkan kuliah di sana.

Ravik juga menambahkan, bagi mahasiswa UNS asal Palu dan Donggala bisa mengajukan keringanan hingga pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) jika diperlukan.

Tidak hanya UMP dan UNS melalui situs resminya, Universitas Airlangga (Unair) juga siap menampung mahasiswa di Palu untuk belajar sementara di Unair.

Rektor Airlangga Prof. Nasih mengatakan Unair siap menerima mahasiswa Universitas Tadulako untuk belajar sementara di Unair.

Puing bangunan di Perumnas Balaroa akibat gempa bumi yang mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 mengakibatkan ribuan bangunan rusak dan sedikitnya 420 orang meninggal dunia.
Puing bangunan di Perumnas Balaroa akibat gempa bumi yang mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 mengakibatkan ribuan bangunan rusak dan sedikitnya 420 orang meninggal dunia. (KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)

Baca: 7 Hewan Ini Bisa Bersinar dalam Gelap, Satu di Antaranya Kucing

“UNAIR dengan sangat terbuka siap menerima mahasiswa Universitas Tadulako untuk sementara belajar di UNAIR, hingga nanti kondisi kampus Universitas Tadulako bisa digunakan kembali untuk belajar,” tutur Prof Nasih

Prof Nasih mengatakan bahwa perihal biaya perkuliahan mahasiswa yang keluarganya terdampak gempa dan tsunami bisa melakukan permohonan keringanan biaya studi di Unair.

Pihak Unair bersama Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) Unair juga siap memberikan akses tempat tinggal sementara.

(TribunTravel.com/GigihPrayitno)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved