Kisah Penumpasan G30S PKI, Ketika Semua tak Terkontrol, Kolonel Dibunuh, Keadaan Sempat Kacau

Beberapa minggu setelahnya, memang masih terjadi pelawanan oleh Pemuda Rakyat, namun ini hanyalah insiden-insiden yang tak terkait satu sama lain.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Setelah Pangkostrad Soeharto mengumumkan bahwa aksi G30S didalangi orang-orang PKI maka satuan-satuan pasukan TNI AD di daerah segera melakukan tindakan dan operasi pembersihan.

Jawa Tengah menjadi target khusus lantaran menjadi basis kekuatan PKI waktu itu.

Pangdam Diponegoro Brigjen Suryo Sumpeno mendengar kabar terjadinya Gestapu ketika ia sedang minum kopi bersama istri di rumahnya di Semarang.

Brigjen Surya memerintahkan mereka tetap tenang hingga situasi menjadi jelas.

Seperti disebut dalam buku Menyeberangi Sungai Air Mata: Kisah Tragis Tapol '65 dan Upaya Rekonsiliasi, dalam pertemuan itu hadir juga Letnan Kolonel Usman yang membuat Brigjen Suryo sempat berpkir sejenak.

Pasalnya tidak seperti biasanya, Letkol Usman saat itu membawa pistol di pinggangnya.

Seusai pertemuan, Brigjen Suryo Sumpeno mengumumkan kepada masyarakat agar tetap tenang, tidak bertindak sendiri-sendiri, dan menunggu perintah selanjutnya.

Brigjen Suryo Kemudian bertolak ke Magelang mengendarai jipnya.

Di Akademi Militer Magelang, ia menjelaskan situasi kepada para pembantunya.

Hadir juga dalam pertemuan itu komandan dari Yogyakarta Kolonel Katamso.

Halaman
1234
Editor: Valdy Suak
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved