Rupiah Melemah, Penjualan Barang di Sulut tak Terpengaruh Dolar, Ternyata Ini Penyebabnya

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Ternyata Penjualan Barang di Sulut tak Terpengaruh Dolar

Rupiah Melemah, Penjualan Barang di Sulut tak Terpengaruh Dolar, Ternyata Ini Penyebabnya
TRIBUNMANADO/ANDREAS RUAUW
Pelabuhan peti kemas Bitung 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Pemerintah terus berupaya menekan kurs dolar Amerika Serikat! Termasuk menaikan tarif pajak penghasilan (PPh) Pasal 22 1.147 barang impor antara 2,5 persen hingga 7,5 persen untuk membatasi impor.

Kebijakan melalui Peraturan Menteri Keuangan merevisi PMK Nomor 34 Tahun 2017 tentang Penetapan Sistem Klasifikasi Barang dan Pembebanan Tarif Bea Masuk atas Barang Impor belum berdampak kepada harga barang impor di Sulawesi Utara.

Baca: Polsek Tikala Amankan 11 Remaja Miras dan Hisap Lem Adiktif

Terjadi kenaikan harga barang, tapi sudah berlangsung sebelum dikeluarkan kebijakan PKM pada Rabu (5/9/2018). Kenaikan harga barang yang mengandung komponen impor itu diduga akibat perang dagang antara AS-Cina yang terjadi sejak Juli 2018.

Misalnya harga bahan bangunan seperti besi dan mesin pemotong kayu sudah lebih dulu naik. Sementara harga berbagai kebutuhan pokok rumah tangga masih stabil.
Di Toko Berkah Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, harga barang belum terpengaruh kurs dolar.

“Beberapa harga ada yang naik, tapi umumnya tetap stabil saja,” ucap Ibu Neke, penjaga toko kepada tribunmanado.co.id, Kamis (6/9/2018).

Rupiah dan Dollar AS
Rupiah dan Dollar AS (afp)


Harga barang yang naik, katan Neke, antara lain besi beton dari Rp 35 ribu mejadi Rp 38 ribu per batang. Kemudian cat dari Rp 62 ribu mejadi Rp 64 ribu per kaleng. Mesin pemotong kayu dari Rp 550 ribu naik jadi Rp 600 ribu per unit.

“Kalau di toko hanya beberapa barang saja yang naik, tapi dampak dolar tak begitu terasa,” ujar Neke.

Sementara harga mesin pompa air masih stabil. Begitu juga balon lampu. Untuk tehel (keramik) juga tidak ada kenaikan harga.

Baca: Tanggapan Anak Ahok, Nicholas Sean soal Rencana Pernikahan Sang Ayah

Katanya, memang daya beli masyarakat turun.

“Kalau ramai, ya ramai kalau sepi yang sepi tokonya. Tapi walaupun ada kenaikan kurs dolar atas rupiah belum mempengaruhi penjualan di toko,” katanya.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved