Hasil Penelitian, Memaki Bisa Redakan Rasa Sakit, Tapi Jangan Kecanduan!

Memaki biasanya dilakukan oleh seseorang untuk mengekspresikan amarah sekaligus rasa sakit yang mereka rasakan.

Hasil Penelitian, Memaki Bisa Redakan Rasa Sakit, Tapi Jangan Kecanduan!
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Memaki biasanya dilakukan oleh seseorang untuk mengekspresikan amarah sekaligus rasa sakit yang mereka rasakan.

Tahukah Anda bahwa memaki ternyata memang dapat membantu mengurangi rasa sakit?

Tapi itu tidak berlaku pada orang yang sudah kecanduan atau terlalu sering memaki setiap harinya.

Dalam sebuah penelitian, psikolog Richard Stephens di Keele University, Inggris beserta timnya mencoba sebuah simulasi.

Baca: Deretan Pujian Media Internasional untuk Indonesia yang Sukses Gelar Asian Games 2018

Sekelompok mahasiswa diminta mencelupkan tangannya ke dalam air es selama 40 detik atau selama yang bisa mereka tahan.

Satu grup mahasiswa diminta melakukan hal itu sambil meneriakkan kata yang mereka pilih, sedangkan grup lain meneriakkan sebuah kata yang bahkan belum pernah mereka dengar.

Hasilnya, 73% partisipan dapat bertahan 31 detik lebih lama saat melakukannya sembari memaki.

Namun, ketika seorang partisipan sebelumnya sudah kecanduan memaki dan sering mengucap kata makian dalam kesehariannya, efek pereda sakit malah menurun dan mereka tak bisa bertahan lama di dalam air es.

Peneliti menduga bahwa saat seseorang memaki, opioid endogen pada otak mereka diaktifkan.

Baca: Simak 5 Fakta Indonesia di Asian Games 2018

Opioid endogen ini adalah bahan kimia penghilang rasa sakit yang diproduksi dalam otak dan punya efek mirip morfin serta oxycodone.

Tak heran banyak orang yang mungkin menjadi kecanduan atau secara fisik tergantung pada memaki karena mereka merasakan efek dari opiod endogen setiap kali mereka memaki.

Opioid endogen akan lebih banyak jumlahnya jika dipicu oleh makian saat seseorang sedang marah.

Baca: Kaisar Romawi Ini Hanya Berkuasa 6 Bulan tapi Sukses Bentuk 2 Legiun Baru

Itu artinya, orang yang sering mengekspresikan kemarahan mereka secara verbal (memaki) malah akan lebih mudah merasakan sakit.

Sebab, mereka tak lagi sensitif dengan efek opioid endogen.

Nah, jadi jangan sampai terlalu sering memaki apalagi kecanduan ya! Bukannya mengurangi sakit, malah jadi tidak bisa mentolerir rasa sakit nantinya!

Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved