Neturei Karta, Sekte Yahudi Ortodoks Anti-Israel dan Zionisme

Meski Israel mendeklarasikan diri sebagai negara Yahudi, ternyata tidak semua sekte Yahudi mendukung keberadaan negara ini dan zionisme.

Neturei Karta, Sekte Yahudi Ortodoks Anti-Israel dan Zionisme
Wikipedia
Salah satu aksi Neturei Karta menentang keberadaan Israel di Boston, Massachussets, Amerika Serikat 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Meski Israel mendeklarasikan diri sebagai negara Yahudi, ternyata tidak semua sekte Yahudi mendukung keberadaan negara ini dan zionisme.

Sekte Yahudi yang menentang dan bahkan ingin membubarkan negara Israel adalah Neturei Karta yang dalam bahasa Aramaik berarti "Para Penjaga Kota".

Organisasi ini dalah kelompok religius dari Yahudi Haredi yang didirikan di Jerusalem di negara yang kala itu masih bernama Mandat Palestina pada 1938.

Baca: Jadi Negara Apartheid, Hanya Orang Yahudi yang Punya Hak di Israel dan Yerusalem Jadi Ibukotanya

Yahudi Haredi adalah salah satu bagian dari agama Yahudi Ortodoks yang dicirikan dengan menolak segala jenis budaya sekular modern.

Dengan karakterisitik ini maka Neturei Karta menentang Zionisme dan bahkan menyerukan pembubaran Israel.

Sebab, para anggota Neturei Karta percaya umat Yahudi tak diizinkan memiliki sebuah negara hingga datangnya Sang Juru Selamat alias Mesias.

Sejauh ini tidak diketahui jelas jumlah anggota Neturei Karta, tetapi Jewish Virtual Library memperkirakan organisasi ini memiliki sekitar 5.000-an anggota di Israel, New York, dan London.

Baca: Saat Terjadi Holocaust di Perang Dunia II, Ada Warga Yahudi Bergabung dengan Pasukan Nazi

Secara garis besar, anggota Neturei Karta adalah para keturunan Yahudi Hungaria yang tinggal di Kota Tua Jerusalem pada awal abad ke-19.

Selain itu juga ada kaum Yahudi Lithuania yang merupakan para pelajar Gaon of Vilna, seorang guru agama Yahudi yang hidup pada abad ke-18.

Kelompok Yahudi Lithuania ini sudah lebih dulu menetap di Jerusalem sebelum "saudara-saudara" mereka dari Hungaria.

Halaman
1234
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help