Ini Tanggapan Pengamat Politik Sulut Terkait Pertarungan Meraih Kursi Anggota DPD

Basis komunitas sosial dan politik akan jadi rebutan para calon anggota Dewan Perwakilan Daerah

Ini Tanggapan Pengamat Politik Sulut Terkait Pertarungan Meraih Kursi Anggota DPD
TRIBUNMANADO/RYO NOOR
Taufik Tumbelaka, Pengamat Politik Sulut 

 TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Basis komunitas sosial dan politik akan jadi rebutan para calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang akan bertarung pada tahun 2019 nanti.

Demikian dikatakan oleh pengamat politik Taufik Tumbelaka ketika dihubungi Tribun Manado, Selasa (10/7/2018).

"Untuk perebut kursi DPD-RI dari daerah pemilihanSulut akan ada perbedaan dengan yang terjadi pada periode lalu. Hal ini terlihat dari latar belakang sejumlah calon mempunyai kedekatan emosional, tertentu dengan simpul-simpul kekuatan sosial dan politik yang mempunyai basis massa cukup kuat dan jelas," jelas dia.

Baca: Stefa Liow Mendaftar Calon Anggota DPD Sulut

Kedekatan dengan simpul-simpul berbasis massa, baik dari sosial dan politik akan sangat membantu dalam hal sosilisasi diri dan penggalangan massa guna memperoleh dukungan.

"Simpul berbasis massa yang terkait sentimen primordial seperti organisasi keagamaan (sosial) akan cukup efektif, karena ada semacam perekatan antara calon dan massa calon pemilih," ujar dia.

Demikian pula dengan kedekatan dengan organisasi politik, akan menguntungkan bagi figur tertentu.

"Ini terjadi karena upaya menggalang massa menjadi pekerjaan rumah besar bagi para calon, terkait besarnya kebutuhan dukungan, di mana jika ingin lolos dengan aman maka dibutuhkan suara dukungan di atas 100.000 suara. Untuk raihan itu perlu mesin politik yang punya jangkauan luas," ujar Alumni Universitas Gadjah Mada ini.

Meski begitu ada hal menarik yang terjadi jika calon tersebut mempunyai massa basis yang sama, baik komunitas sosial maupun politik.

"Di situ akan terjadi irisan dan akan terlihat menarik jika melihat pertarungan calon dengan basis yang sama," tandasnya. (nie)

Penulis: Nielton Durado
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help