Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Olly: Sulawesi Utara Komitmen Dukung Program Perang Melawan Stunting

Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey berkomitmen penuh memerangi masalah stunting–balita yang tumbuh kembangnya terhambat akibat gizi buruk.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Fernando_Lumowa
Humas Pemprov Sulut
Gubernur Sulut, Olly Dondokambey (ketiga dari kiri) hadir dalam Stunting Summit 2018 di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (28/3/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey berkomitmen penuh memerangi masalah stunting–balita yang tumbuh kembangnya terhambat akibat gizi buruk.

Olly menyatakan, Pemprov Sulut mendukung program pemerintah terkait penanganan masalah yang disebabkan kurangnya asupan gizi balita pada 1.000 hari pertama kehidupannya. Sejak masih janin hingga berusia dua tahun.

Dampak stunting ialah, tumbuh kembang anak terganggu, badan kerdil, berat badan kurang dan pertumbuhan tulang terhambat.

Olly meminta semua pihak, Dinas Kesehatan, apalagi orangtua agar memperhatikan pentingnya pemenuhan gizi bagi balita.

Olly mengatakan, meskipun Sulut tidak masuk daftar daerah rawan stunting di Indonesia tapi perlu waspada. “Makanya diperlukan edukasi dan gerakan mencegah stunting,” katanya.

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla membuka Stunting Summit 2018 di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (28/3/2018).
Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla membuka Stunting Summit 2018 di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (28/3/2018). (Humas Pemprov Sulut)

Kepala Dinas Kesehatan Sulut, dr Debie Kalalo Msc PH mengatakan, Stunting Summit 2018 digelar Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI.

Tema yang diangkat yakni “Bersama Cegah Stunting.Cegah Stunting itu Penting. “Setelah dibuka Wapres Jusuf Kalla, dilanjutkan materi yang dibawakan Menteri Kesehatan Prof Nila Moeloek dan Menteri Desa PDT, Eko Putra Sandjodjo” kata Kalalo yang mendampingi Gubernur Sulut.

Jusuf Kalla mengatakan, stunting terjadi akibat kemiskinan. Meski begitu, kondisi itu bisa terjadi pada keluarga mampu jika pola asuh yang salah dan tak memperhatikan keseimbangan gizi.

“Diperlukan program terobosan untuk menurunkan serta memutus mata rantai terjadinya stunting di Indonesia,” ujar Kalla.

Katanya, Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevalensi stunting cukup tinggi dibandingkan negara-negara berpendapatan menengah lainnya di dunia. “Tanpa gizi cukup, maka akan sangat membahayakan generasi muda kita,” ucap Wapres.

Pagi Healthies! Apa langkahmu untuk mewujudkan Keluarga Sehat? ayo jangan lupa jaga kesehatanmu dan keluarga utnuk Indonesia yang lebih sehat dan kuat #IndonesiaSehat #KeluargaSehat . . . sehatnegeriku.kemkes.go.id Follow us: Facebook : Kementerian Kesehatan RI Twitter : @kemenkesRI Youtube : Kementerian Kesehatan RI flickr : sehatnegeriku
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved