RENUNGAN MINGGU: Menyambut Sang Raja

Dikisahkan bahwa kurang lebih dua ribu tahun yang lalu para Majus dari Timur (sekarang Iran) menyambut kelahiran Sang Raja .

RENUNGAN MINGGU: Menyambut Sang Raja
ISTIMEWA
Ps. Yani Gunawan MA., M.Th, GKPMI Betania Manado 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kisah mengenai orang-orang Majus hanya dicatat di dalam Injil Matius 2:1-12. Dikisahkan bahwa kurang lebih dua ribu tahun yang lalu para Majus dari Timur (sekarang Iran) menyambut kelahiran Sang Raja Yahudi. Mereka mengenali tanda-tanda Sang Raja, mereka melihat bintang-Nya.

"Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia. (Matius 2:2).

Menurut para penafsir, para majus ini diperkirakan menempuh jarak kurang lebih 4000 kilometer untuk bertemu dengan Yesus. 4000 kilometer adalah jarak yg sangat jauh untuk masa itu, mengingat belum ada transportasi modern seperti sekarang ini.

Namun demikian para Majus begitu antusias menyambut kedatangan Sang Raja orang Yahudi tersebut. Mereka berangkat dari negeri asal mereka dengan hanya mengandalkan tuntunan bintang, itu artinya mereka hanya melakukan perjalanan pada malam hari saja.

Antusias mereka juga terlihat dari persembahan-persembahan mereka yang telah disiapkan sebelumnya. Persembahan-persembahan itu bukan sembarangan, persembahan-persembahan itu adalah persembahan Raja, persembahan yang dianggap layak untuk dipersembahkan kepada seorang raja.

Untuk menyambut kedatangan raja negeri tetangga yaitu raja orang Yahudi, para Majus ini rela membayar harganya dengan perjalanan yang jauh yang hanya dilakukan pada malam saja. Mereka juga berkorban dengan persembahan-persembahan yg terbaik, dan lebih dari semua para Majus itu datang dan menyembah Dia.

Injil Matius tidak hanya bertujuan untuk menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias yang dinubuatkan dalam Perjanjian Lama, tetapi Injil Matius juga bertujuan menunjukkan dan memperingatkan bahwa diakhir jaman Yesus akan datang dalam kemuliaan_Nya sebagai Raja untuk menghakimi dan memerintah atas segala bangsa.

Jika para Majus mengetahui kedatangan Raja orang Yahudi melalui tanda yaitu bintang, maka sekarang ini pun kita bisa mengetahui betapa dekatnya kedatangan Sang Raja melalui tanda-tanda jaman.
Matius 24:3-14; Markus 13-3-13; Lukas 21:7-19 memberitahukan kepada kita tanda-tanda kedatangan Sang Raja yaitu, munculnya penyesatan diman-mana, deru peperangan, gempa bumi, sakit penyakit, kelaparan, aniaya kepada orang-orang percaya, pemurtadan, Injil Kerajaan diberitakan ke seluruh dunia. I Yohanes 2:18-27, menambahkan mengenai munculnya Antikristus.

Tanda yang lain dari kedatangan Tuhan sebagai Sang Raja adalah mengenai akan di bangunnya kembali Bait Allah yang ketiga di akhir jaman. Nubuatan ini terdapat dalam 2 Tesalonika 2:4, ” yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.” Juga terdapat di dalam Wahyu 11:1-2, “Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya. Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."”

Presiden Amerika Serikat baru-baru ini mendeklarasikan bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel serta dia menyatakan dukungan penuh untuk pembangunan Bait Allah ketiga di Yerusalem. Pernyataan ini tidak main-main, Trump bahkan telah memerintahkan agar kedutaan Amerika segera pindah dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Kabar ini tentu menggemparkan dunia, demonstransi terjadi diberbagai belahan dunia menolak pernyataan Trump tersebut. Bahkan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) segera mengadakan KTT Luar Biasa di Instanbul.

Semua peristiwa yang sementara terjadi ini adalah tanda yang sangat jelas mengenai dekatnya kedatangan Sang Raja Mesias sesuai nubuatan Alkitab. Jika dua ribu tahun yang lalu Yesus datang sebagai bayi yang tidak berdaya, namun sekarang ini kita sedang menantikan kedatangan Yesus dalam kemuliaan-Nya sebagai Raja diatas segala raja. Bagaimana sikap kita dalam menyambut kedatangan Sang Raja untuk yang kedua kalinya?

1. Percaya penuh bahwa DIA datang segera. Sebagaimana para Majus percaya penuh kepada tanda bintang yang mereka lihat mengenai kedatangan Sang Raja di Betlehem, demikianlah kita hendaknya dengan melihat tanda-tanda jaman ini, kita seharusnya percaya penuh bahwa Yesus akan datang segera sebagai Raja dan akan menghakimi semua bangsa.
2. Memberikan persembahan yang terbaik kepada Dia. Sebagaimana para Majus memberikan persembahan emas, kemenyan dan mur sebagai persembahan yang terbaik bagi raja, demikianlah kita sekarang ini mengingat kedatangannya yang sudah dekat kita harus mempersembahkan persembahan yang terbaik bagi Sang Raja yakni hidup kita yang taat melakukan Firman-Nya (Roma 12:1).

Mari kita memiliki sikap hidup berjaga-jaga seperti 10 wanita yang bijaksana yang menanti kedatangan sang mempelai pria.

Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua." (Wahyu 2:11)

Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus! 22:21 Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin. (Ps. Yani Gunawan MA., M.Th.
GKPMI Betania Manado)

Penulis: Warsteff_Abisada
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help