Aspal Tiba-tiba Amblas Membentuk Lubang 'Sinkhole' di Sekitar Bandara Hang Nadim Batam
Belum diketahui penyebab kenapa lubang itu bisa terngangga hingga membuat tanah di dalamnya tergerus.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebuah lubang besar seperti sinkhole mengangga diperkirakan di taxiway bandara Hang Nadim, Batam. Terlihat lubang itu membuat lapisan tanah amblas dan tergerus jatuh ke bawah.
Seperti yang terlihat dalam foto, terlihat petugas bandara langsung turun ke lokasi untuk mengecek kedalaman dan sejauh mana lubang itu mengganggu penerbangan di bandara.
Belum diketahui penyebab kenapa lubang itu bisa terngangga hingga membuat tanah di dalamnya tergerus.
Foto tanah landasan pacu Bandara Hang Nadim Batam amblas beredar, Jumat (22/9/2017) sore.
Foto tersebut menyebar dari group WhatsApp satu ke group yang lainnya.
Namun tanpa penjelasan detail dan rinci dari foto tersebut, hanya tertulis “Kondisi landasan pacu Banda Hang Nadim Batam, hati-hati bagi yang ingin ke Batam”.
Sementara itu paralel taxiway hingga amblas dikarenakan kerusakan gorong-gorong corrugated.
Pada 9 Agustus lalu sekitar pukul 13.00 Wib terjadi kerusakan permukaan aspal yang amblas dengan permukaan 12 meter x 5 meter.
Mengetahui informasi ini Bubu Hang Nadim kemudian berkoordinasi bersama airnav menerbitkan NOTAM berlaku 9 Agustus s/d 29 Agustus 2017.
Sudah dilakukan mitigasi utk memperkecil resiko meluasnya kerusakan yg terjadi dengan membuat aliran sedalam 6 meter berbentuk huruf V .
Hingga saat ini masih menunggu hasil laboratorium atas penyelidikan tanah untuk menjadi pedoman penyusunan pedoman teknis, sebagai acuan Pelelangan.
Secara umum operasi perbangan saat itu baik pendaratan maupun take-off berjalan normal.
Manager Operasinal Bubu Hang Nadim Suwarso mengatakan, kerusakan bagian landasan pacu yang disebut taxiway itu terjadi pada dua pekan lalu.
"Saat ini sedang dalam pengerjaan,'' katanya, Jumat (22/9/2017) dikutip www.tribun-medan.com dari Tribun Batam.
Suwarso menambahkan, kerusakan itu merupakan fenomena alam. Kawasan itu tanah kuning dan cenderung amblas karena beban setiap saat di atasnya serta gerusan air di bawah permukaan tanah.