KKR Pendeta Gilbert di Manado, OC KAligis dan Asmirandah 'Bersaksi'

Setiap orang pasti akan menghadapi tantangan hidup. Namun, penyertaan Tuhanlah yang membuat itu orang bangkit dan berjuang.

KKR Pendeta Gilbert di Manado, OC KAligis dan Asmirandah 'Bersaksi'
IST
Asmirandah dan Jonas dalam sebuah kegiatan rohani di Manado beberapa waktu lalu. 

Laporan wartawan Tribun Manado Maickel Karundeng

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Setiap orang pasti akan menghadapi tantangan hidup. Namun, penyertaan Tuhanlah yang membuat itu orang bangkit dan berjuang.

Begitulah makna kesaksian iman yang diungkapkan pasangan selebritis Jonas dan Asmirandah serta pengacara kondang OC Kaligis dalam ibadah kebaktian dan kebangunan rohani (KKR) yang digelar di Manado Convention Center, Sabtu (29/3/2014).

"Kami berbagi kepada saudara-saudara lewat sesuatu. Sesuatu itu apa? Itu adalah kebaikan Tuhan kepada hidup kami berdua. Kami berdua sudah diberkati oleh Tuhan pada pernikahan dan kami berada dalam damai sejahtera. Tapi bukan tanpa masalah sebab masalah selalu ada dan bukan berarti Tuhan meninggalkan kami. Justru lewat masalah Tuhan membuat karya yang hebat dalam kehidupan kami berdua," ucap Jonas saat memberi kesaksian di hadapan jemaat yang hadir dalam KKR.

"Saya sendiri mungkin baru mengenal Tuhan Yesus. Tapi saya ingin selalu mengenal Tuhan Yesus lebih jauh lagi karena saya yakin Tuhan Yesus adalah satu-satunya pribadi yang tidak pernah meninggalkan kita sekalipun dan tidak akan membiarkan kita terjatuh sampai tergeletak," ungkap Asmiranda.

OC Kaligis juga menceritakan pengalamannya bergelut mencari pekerjaan di Jakarta. Kata dia, saat masih muda ia memberanikan diri merantau ke Jakarta. Modalnya saat itu hanyalah dua pasang pakaian. Dengan proses yang amat panjang disertai kerja keras, OC Kaligis akhirnya bisa seperti sekarang ini.

KKR tersebut dipimpin Pendeta Gilbert Lumoindong. Ia mengatakan, keselamatan dapat diperoleh karena salib Kristus. Dari sabda Tuhan yang tertulis dalam Alkitablah jemaat belajar mengenai kebenaran, meski sesuatu yang tertulis dalam Alkitab itu sering diprotes dan dihina.

Kotbah yang dibawakan Pendeta Gilbert pun ringan dan sering teriring tawa jemaat yang mendengarnya. Kata dia, setan-setan akan selalu menggoda manusia. Namun, berkat sengsara dan kebangkitan Yesus, manusia bisa melepaskan diri dari berbagai godaan setan tersebut.

"Makna merayakan Paskah adalah Yesus menebus manusia menjadi baru. Yang lama sudah berlalu dan yang baru sudah datang. Yesus akan duduk di takhta Kerajaan Surga. Allah mengambil hidup kita menjadikan yang baru, bukan daur ulang," kata dia.

"Salib adalah alasan saya bersukacita, kita berharga, warga surga. Lewat hidup kita Tuhan akan menyelamatkan banyak orang. Saya harus memiliki target baru dan hidup baru, jangan membuat malu Tuhan," terangnya.

KKR juga dihadiri Kapolda Sulut Brigjen Palmer Sinaga. Christian, satu di antara jemaat yang hadir mengaku terberkati setelah mendengarkan kotbah Pendeta Gilbert dan mendengarkan kesaksian Jonas dan Asmirandah.

"Kotbah Pendeta Gilbert sangat luar biasa memberkati saya. Walaupun hujan saya hadir untuk menerima dan mendengar firman Tuhan," kata dia.(kel)

Penulis: Maickel_Karundeng
Editor: Robertus_Rimawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved