Catatan dari Balik Penjara

Abdi Buchari: Apakah Karena Saya Muslim?

Sosok Abdi Wijaya Buchari, pasti masih dikenal sebagian besar warga Sulut.

Abdi Buchari: Apakah Karena Saya Muslim?
REPRO
Cover Buku Testimoni Abdi Bucharir
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Meski terbilang sudah lama mendekam di balik penjara Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tuminting. Namun, sosok Abdi Wijaya Buchari, pasti masih dikenal sebagian besar warga Sulut.

Pria berdarah Jawa Tondano (Jaton) ini mulai dikenal sebagai sosok birokrat ekonom sejak Gubernur Sulut, AJ Sondakh mempercayakan birokrat muda ini ketika itu menjadi Kepala Biro Ekonomi Pemprov Sulut. Sosok ini di masa itu dikenal sebagai orang dekat Gubernur Sondakh yang mampu memberikan ide-ide brilian tentang perekonomian Sulut.

Sewaktu Pilwako Manado tahun 2005, Abdi dipinang Partai Golkar untuk berpasangan dengan Jimmy Rimba Rogi, dan keduanya sukses terpilih menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado. Singkat cerita Imba tersandung kasus korupsi sehingga pemerintahan dikendalikan Abdi dengan status Plt Wali Kota Manado.

Seiring waktu berjalan Abdi Buchari dituding juga terjerat kasus dugaan korupsi Manado Beach Hotel (MBH) sewaktu menjadi Karo Ekonomi Sulut, dan juga terkait dugaan penyimpangan dana Bansos.

Abdi pun mendekam di Lapas Tuminting hingga saat ini. Namun, keberadaannya di penjara tak membuat mantan birokrat handal ini berdiam diri. Dia pun menulis sebuah buku berjudul, ''Apakah Karena Saya Seorang Muslim?''

Kayaknya buku ini menarik untuk dibaca. Karena buku ini menceritakan ketidakadilan versi penulis, sehingga dirinya mendekam di Lapas Tuminting. Menariknya lagi buku ini ditulis dari balik jeruji besi.

Penulis: Aswin_Lumintang
Editor: Aswin_Lumintang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved