Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sengkey: Ada Kekeliruan Penggunaan Kendaraan Dinas

, Ketua DPRD Kota Tomohon mengaku bersyukur, sebab kendati terjadi kecelakaan cukup tragis melibatkan kendaraan dinas diinstansinya.

Tayang:
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Warstef Abisada


TRIBUNMANAO.CO.ID—Andy Sengkey, Ketua DPRD Kota Tomohon mengaku bersyukur, sebab kendati terjadi kecelakaan cukup tragis melibatkan kendaraan dinas diinstansinya yang mengalami kerusakan berat, Minggu (19/5) lalu sekitar pukul 05.00 Wita di Kinilow, namun tak sampai menimbulkan adanya korban jiwa.

“Syukurlah tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu, hanya kendaraan dinas DPRD saja yang rusak, dan itu nanti dibiayai asuransi untuk perbaikan,” ujar Sengkey kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, kemarin.
Andy mengungkapkan pemanfaatan kendaraan dinas yang biasa digunakan oleh Wakil Ketua DPRD Marthen Manoppo memang terjadi kekeliruan, sebab saat terjadi kecelakaan bukan yang bersangkutan atau sopirnya yang mengemudikan, tapi justru orang lain. “Jika memang anaknya (Marthen) yang mengemudikan kendaraan itu saat kecelakaan, maka ada kekeliruan dalam penggunaan. Tapi, untuk tindakan itu tak ada sanksi dari DPRD atau teguran, mungkin hanya penilaian saja dari masyarakat,” katanya.

Pemanfaatan kendaraan dinas DPRD menurut Sengkey memang tidak terpaku pada jam kantor, sebab banyak urusan yang harus dituntaskan oleh anggota DPRD sebagai wakil rakyat. “Pemanfaatan kendaraan dinas memang tidak dibatasi waktu, kapan saja bisa. Tapi harus pemilik kendaraan yang mengemudikan, atau sopir (tenaga honor) yang terdaftar di DPRD, sebab pimpinan DPRD memang mendapat fasilitas itu, seperti saya sendiri. Tidak pernah kendaraan dinas saya dikemudikan orang lain, kecuali sopir saya yang memang sudah terdaftar,” ungkapnya sembari berharap berharap pemanfaatan kendaraan dinas DPRD harus sesuai aturan.

Sebelumnya, Kapolres Tomohon AKBP Marlien Tawas mengimbau seluruh elemen masyarakat di daerah ini untuk lebih tertib dan mentaati peraturan lalu lintas, saat berkendara di jalan raya untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas, seperti yang terjadi Minggu (19/5) sekitar pukul 05.00 Wita, di Kelurahan Kinilow I, dekat jembatan Lingkar Timur Tomohon, ketika mobil Inova DB 07 G yang diduga dikemudikan SM alias Steven, warga Talete I Lingkungan II terperosok ke dalam jurang karena diduga mengantuk.
Beruntung memang tidak ada korban jiwa, hanya kendaraan saja yang rusak akibat kecelakaan tunggal tersebut. (War)

Polri dan TNI lebih peduli

PERBAIKAN kerusakan jalan berlobang di sejumlah titik di Kota Tomohon oleh personil Polri dan TNI, mendapat apresiasi positif dari personil DPRD, Senin (20/5). Sebab, tindakan tersebut membuktikan adanya kepedulian yang tinggi dari Polri dan TNI terhadap keselamatan masyarakat sebagai pengguna jalan.

“Saya melihat, justru Polri dan TNI yang lebih peduli dengan kenyamanan dan keselamatan masyarakat untuk beraktivitas di jalan raya. Sebab, kendati tak ada anggaran besar, tapi mereka memiliki insiatif untuk memperbaiki kerusakan jalan yang mestinya menjadi tanggungjaawab pemerintah, karena sudah dianggarkan di APBD,” kata Jefry Mottoh, anggota DPRD Kota Tomohon dari Fraksi Partai Golkar, kemarin.

Menurut dia, Pemerintah Kota Tomohon dibawah kepemimpinan Wali Kota Jimmy Eman mestinya lebih peka, dalam mengatasi berbagai persoalan di masyarakat, termasuk menyiapkan infrastruktur jalan lebih memadai. “Kepemimpinan Wali Kota saat ini memang dipertanyakan, bagaimana bisa kerusakan jalan kecil seperti itu saja, lambat diperbaiki. Tapi, untuk keluar daerah, ada anggaran sedangkan perbaikan jalan sangat minim, sehingga memaksa aparat Polri dan TNI harus turun tangan melakukan perbaikan,” tegasnya.

Ia berharap kejadian serupa tidak terulang lagi, artinya dalam kondisi apapun, pemerintah harus memiliki sikap pro aktif untuk melakukan pembenahan, demi terwujudnya pembangunan yang merata di daerah ini. “Di Tomohon banyak kerusakan jalan yang belum tersentuh, misalnya di jalur Kamasi, Woloan, hingga Tara-tara, kendati menjadi tanggungjawab pemerintah provinsi, tapi minimal pemerintah harus ada tanggungjawab untuk memperbaiki, jangan dibiarkan rusak juga,” jelasnya.

Jimmy Eman, Wali Kota Tomohon menegaskan soal perbaikan kerusakan jalan sudah dikoordinasikan oleh pemerintah melalui Dinas PU dengan Polres, agar penanganannya tidak terjai tumpang tindih. (War)
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved