Sengkey: Ada Kekeliruan Penggunaan Kendaraan Dinas
, Ketua DPRD Kota Tomohon mengaku bersyukur, sebab kendati terjadi kecelakaan cukup tragis melibatkan kendaraan dinas diinstansinya.
Tayang:
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado
Warstef Abisada
TRIBUNMANAO.CO.ID—Andy Sengkey, Ketua DPRD Kota Tomohon
mengaku bersyukur, sebab kendati terjadi kecelakaan cukup tragis melibatkan
kendaraan dinas diinstansinya yang mengalami kerusakan berat, Minggu (19/5)
lalu sekitar pukul 05.00 Wita di Kinilow, namun tak sampai menimbulkan adanya
korban jiwa.
“Syukurlah
tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu, hanya kendaraan dinas DPRD saja
yang rusak, dan itu nanti dibiayai asuransi untuk perbaikan,” ujar Sengkey
kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, kemarin.
Andy
mengungkapkan pemanfaatan kendaraan dinas yang biasa digunakan oleh Wakil Ketua
DPRD Marthen Manoppo memang terjadi kekeliruan, sebab saat terjadi kecelakaan
bukan yang bersangkutan atau sopirnya yang mengemudikan, tapi justru orang
lain. “Jika memang anaknya (Marthen) yang mengemudikan kendaraan itu saat
kecelakaan, maka ada kekeliruan dalam penggunaan. Tapi, untuk tindakan itu tak
ada sanksi dari DPRD atau teguran, mungkin hanya penilaian saja dari
masyarakat,” katanya.
Pemanfaatan
kendaraan dinas DPRD menurut Sengkey memang tidak terpaku pada jam kantor,
sebab banyak urusan yang harus dituntaskan oleh anggota DPRD sebagai wakil
rakyat. “Pemanfaatan kendaraan dinas memang tidak dibatasi waktu, kapan saja
bisa. Tapi harus pemilik kendaraan yang mengemudikan, atau sopir (tenaga honor)
yang terdaftar di DPRD, sebab pimpinan DPRD memang mendapat fasilitas itu,
seperti saya sendiri. Tidak pernah kendaraan dinas saya dikemudikan orang lain,
kecuali sopir saya yang memang sudah terdaftar,” ungkapnya sembari berharap berharap
pemanfaatan kendaraan dinas DPRD harus sesuai aturan.
Sebelumnya, Kapolres
Tomohon AKBP Marlien Tawas mengimbau seluruh elemen masyarakat di daerah ini
untuk lebih tertib dan mentaati peraturan lalu lintas, saat berkendara di jalan
raya untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas, seperti yang terjadi
Minggu (19/5) sekitar pukul 05.00 Wita, di Kelurahan Kinilow I, dekat jembatan
Lingkar Timur Tomohon, ketika mobil Inova DB 07 G yang diduga dikemudikan SM
alias Steven, warga Talete I Lingkungan II terperosok ke dalam jurang karena
diduga mengantuk.
Beruntung memang tidak ada korban jiwa, hanya kendaraan saja yang rusak akibat kecelakaan tunggal tersebut. (War)
Beruntung memang tidak ada korban jiwa, hanya kendaraan saja yang rusak akibat kecelakaan tunggal tersebut. (War)
Polri dan TNI lebih peduli
PERBAIKAN kerusakan jalan berlobang di sejumlah
titik di Kota Tomohon oleh personil Polri dan TNI, mendapat apresiasi positif dari
personil DPRD, Senin (20/5). Sebab, tindakan tersebut membuktikan adanya
kepedulian yang tinggi dari Polri dan TNI terhadap keselamatan masyarakat
sebagai pengguna jalan.
“Saya
melihat, justru Polri dan TNI yang lebih peduli dengan kenyamanan dan
keselamatan masyarakat untuk beraktivitas di jalan raya. Sebab, kendati tak ada
anggaran besar, tapi mereka memiliki insiatif untuk memperbaiki kerusakan jalan
yang mestinya menjadi tanggungjaawab pemerintah, karena sudah dianggarkan di
APBD,” kata Jefry Mottoh, anggota DPRD Kota Tomohon dari Fraksi Partai Golkar,
kemarin.
Menurut dia,
Pemerintah Kota Tomohon dibawah kepemimpinan Wali Kota Jimmy Eman mestinya
lebih peka, dalam mengatasi berbagai persoalan di masyarakat, termasuk menyiapkan
infrastruktur jalan lebih memadai. “Kepemimpinan Wali Kota saat ini memang
dipertanyakan, bagaimana bisa kerusakan jalan kecil seperti itu saja, lambat
diperbaiki. Tapi, untuk keluar daerah, ada anggaran sedangkan perbaikan jalan
sangat minim, sehingga memaksa aparat Polri dan TNI harus turun tangan
melakukan perbaikan,” tegasnya.
Ia berharap
kejadian serupa tidak terulang lagi, artinya dalam kondisi apapun, pemerintah
harus memiliki sikap pro aktif untuk melakukan pembenahan, demi terwujudnya
pembangunan yang merata di daerah ini. “Di Tomohon banyak kerusakan jalan yang
belum tersentuh, misalnya di jalur Kamasi, Woloan, hingga Tara-tara, kendati
menjadi tanggungjawab pemerintah provinsi, tapi minimal pemerintah harus ada
tanggungjawab untuk memperbaiki, jangan dibiarkan rusak juga,” jelasnya.
Jimmy Eman,
Wali Kota Tomohon menegaskan soal perbaikan kerusakan jalan sudah dikoordinasikan
oleh pemerintah melalui Dinas PU dengan Polres, agar penanganannya tidak terjai
tumpang tindih. (War)