Breaking News
Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Usman Kuliahkan Anak Bermodalkan Usaha Bata

Tidak seperti hari biasanya, Selasa pagi ini (14/5) Usman tampak sedikit kelabakan mengaduk campuran pasir dan semen di lokasi usaha batu bata .

Tayang:
Penulis: Fransiska_Noel | Editor:

Laporan wartawan Tribun Manado Fransisca Noel


"Tidak seperti hari biasanya, Selasa pagi ini (14/5) Usman tampak sedikit kelabakan mengaduk campuran pasir dan semen di lokasi usaha batu bata miliknya yang berada di kelurahan Manembo-nembo Tengah kota Bitung."

Biasanya ada dua karyawan yang ikut membantu Usman mengaduk campuran bata dan semen sebelum dimasukan dalam cetakan batu bata.

"Dua karyawanku pulang kampung ke Gorontalo, jadi aku sendiri yang ambil alih pembuatan batu bata," ungkapnya.

Usman pantas gembira, keputusannya meninggalkan pekerjaan sebelumnya sebagai buruh kapal penangkap ikan berbendera Taiwan dan beralih profesi membangun usaha batu bata ternyata tidak mengecewakan.

"Tahun lalu saya putuskan keluar dari pekerjaan saya sebagai buruh di kapal penangkap ikan Taiwan yang sudah saya jalani selama kurang lebih 25 tahun. Saya putuskan bangun usaha pembuatan batu bata, dan syukurlan hasilnya tidak mengecewakan," tuturnya Semringah.

Berbekal uang seadanya, Usman dan istri kemudian memutuskan mendirikan usaha pembuatan batu bata, meskipun dalam banyak keterbatasan.

"Modal awal kami doa serta 20 sak semen dan satu truk pasir," tutur Usman.

Berkat kegigihan, kerja keras, dan doa, Usman mampu membangun usaha pembuatan batu batanya hingga bisa maju saat ini, bahkan bisa mempekerjakan dua karyawan sekaligus.

"Dalam satu hari bisa dihasilkan hingga seribu batu bata," ujar Usman.

Usman mengaku dirinya selalu mengutamakan kualitas dalam pembuatan batu bata miliknya. "Saya pilih semen dan pasir dengan kualitas terbaik, karena bagi saya kualitas produk itu harus jadi nomor satu," terangnya.

Tidak cukup hanya itu saja, Usman pun ahli dalam menentukan komposisi campuran semen dan pasir sebagai bahan dasar pembuatan batu bata. "Teknik mencampur menentukan kualitas batu bata. Makin bagus campuran, makin kuat dan berkualitas batu batanya," jelas Usman.

Pantas saja, dengan prinsip yang dimilikinya ini membuat Usman memiliki hingga puluhan langganan yang membeli batu bata miliknya setiap hari.

"Dalam sehari terjual hingga seribu batu bata ke langganan," ujarnya.

Harga per batu bata yang dijual Usman pun terbilang murah jika dibandingkan kualitas bata yang dihasilkan. "Satu bata dijual seribu rupiah jika beli di tempat, dan jika diantar ke lokasi harganya hingga 1.250 rupiah per bata. Kadang Ada juga yang menawar hingga 900 rupiah per bata, tidak masalah, saya juga senang bantu orang," tutur Usman.

Dalam sebulan, Usman mampu meraup keuntungan bersih hingga 5 juta rupiah hanya dari usaha pembuatan batu bata ini.

Berkat kerja kerasnya, Usman juga mengaku bisa membiayai studi anaknya yang saat ini sementara kuliah di Tomohon. "Yah bersyukur, anak saya sekarang sudah semester enam, uang kuliahnya juga dari usaha batu bata ini," tandasnya

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved