Pilkada Jakarta
Warga Jakarta Memilih
Hari Ini, Rabu, 11 Juli 2012, warga DKI Jakarta memilih gubernur dan wakil gubernur yang dinilai paling tepat memimpin Ibu Kota
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA— Hari Ini, Rabu, 11 Juli 2012, warga DKI Jakarta memilih gubernur dan wakil gubernur yang dinilai paling tepat memimpin Ibu Kota selama lima tahun ke depan. Berdasarkan daftar pemilih tetap terakhir, tercatat 6.962.348 orang berhak memberikan suara.
Pemberian suara akan dilakukan di 15.059 tempat pemungutan suara yang tersebar di 267 kelurahan, mulai dari pukul 07.00 hingga 13.00.
Ada enam pasang calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta yang akan dipilih. Mereka adalah Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria, Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama, Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini, Faisal Basri-Biem T Benjamin, dan Alex Noerdin-Nono Sampono.
Kartu pemilih
Meski demikian, hingga kemarin masih ada warga yang belum menerima kartu pemilih. Sebanyak 500 kepala keluarga di Apartemen Puri Kemayoran, Kelurahan Kebon Kosong, Jakarta Pusat, misalnya, belum menerima surat undangan ataupun kartu pemilih hingga kemarin siang.
”Kami sudah bertanya kepada pengurus RT, tetapi tidak ada jawaban yang jelas. Kami juga belum pernah mendapatkan sosialisasi ataupun didata sebagai pemilih pilkada. Padahal, kami memiliki KTP Jakarta,” ujar Trisno Darmono, penghuni apartemen itu.
Pada pilkada tahun 2007 serta Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2009, warga apartemen tersebut mendapatkan undangan memilih dan kartu pemilih.
Menurut Trisno, penghuni apartemen itu mayoritas pendukung Hendardji Soepandji-A Riza Patria. Mereka juga ikut mengumpulkan KTP untuk meloloskan pasangan dari calon perseorangan itu ke laga pilkada.
Kondisi serupa terjadi di beberapa lokasi. Sebanyak 56 warga RT 4 RW 2 Lubang Buaya, Makassar, Jakarta Timur, juga belum mendapat kartu pemilih.
Di Jakarta Selatan, tepatnya TPS 17 Kelurahan Lebak Bulus, 60 pemilih juga belum mendapat surat undangan. Sementara di RT 03 RW 03 Kelurahan Lebak Bulus, ada undangan yang ditujukan kepada warga yang justru sudah meninggal dunia.
Namun, Nurhamzah, anggota KPPS di Lebak Bulus, membantah bahwa di daerahnya ada warga yang sudah meninggal atau pindah yang mendapat kartu pemilih. ”Kartu pemilih sudah disebar dan dibagikan kepada warga yang berhak,” katanya.
Sugoto Sulistiono, warga RT 3 RW 10 Kelurahan Klender, Jakarta Timur, hingga semalam mengeluh karena tidak mendapat kartu pemilih. Sugoto yang mengaku sebagai pendukung Jokowi merasa heran karena hanya istrinya yang mendapat kartu pemilih. Padahal, pada pilkada sebelumnya, dia mendapat kartu pemilih, begitu juga pemilu legislatif dan pemilu presiden.
Laela Maisyarah (38), warga RT 07 RW 02 Kelurahan Slipi, Jakarta Barat, juga tidak terdaftar di DPT ataupun DPS. Dia akhirnya harus kehilangan hak pilihnya.
Di Jakarta Utara, setidaknya 100 pemilih belum menerima kartu pemilih karena ditemukan salah cetak pada kartu pemilih itu sehingga harus dikembalikan ke KPU DKI Jakarta. Namun, kartu-kartu itu belum dikembalikan lagi ke KPU Jakarta Utara.
Ketua Kelompok Kerja Pemutakhiran Data Pemilih KPU Jakarta Utara Prianda Anata mengatakan, semua pemilih di Kelurahan Rawabadak Selatan, Koja, menerima kartu pemilih yang salah cetak pada bagian alamat. Terkait nama jalan beserta RT dan RW tercatat benar sesuai dengan domisili pemilih, tetapi untuk wilayahnya tercetak Jakarta Pusat.