Piala Eropa
"Les Miserables" dalam Diri "Les Bleus"
"Les Miserables" adalah novel karya sastrawan Perancis Victor Hugo yang diluncurkan pada 1862.
"Les Miserables" adalah novel karya sastrawan Perancis Victor Hugo yang diluncurkan pada 1862. Novel yang disebut-sebut sebagai karya sastra terbaik abad ke-19. Dan, segala derita dalam novel fiksi historis itu seolah menjadi kenyataan dalam diri timnas Perancis saat ini.
Yang terbaru adalah cekcok antarpemain dan pelatih di ruang ganti hingga di markas "Les Bleus" di Donetsk. Peletupnya adalah kekalahan 0-2 dari Swedia di laga terakhir Grup B, Kamis (19/6/2012).
Entah siapa yang bersalah, dua pemain yang biasanya mengisi posisi pemain inti, dicadangkan saat berlaga melawan jawara bertahan Spanyol, Sabtu (23/6/2012). Benar, Samir Nasri dan Jeremy Menez malah harus memulai pertandingan penting itu dari bangku cadangan.
Hasilnya bisa ditebak. Tim "Ayam Jantan" kehilangan tajinya dan dilibas tuntas oleh dua gol borongan Xabi Alonso.
Seusai laga, temperamen Nasri meletup hingga beradu kata-kata yang tak sepantasnya terucap dengan jurnalis Perancis.
Laurent Blanc menyayangkan kejadian itu. Maklum saja, kejadian buruk itu pasti akan memperburuk citra Nasri dan juga timnas Perancis.
Sehabis insiden itu, Nasri mungkin akan jadi kambing hitam utama. Karena, ia yang disorot media setelah Perancis terdepak dari Euro 2012. Padahal, belum tentu Nasri yang memantik sumbu dinamit di tubuh Perancis.
Yang pasti, cekcok dalam tubuh "Les Bleus" memiliki sejarah panjang.
Paling tidak sudah terjadi sejak Piala Dunia Spanyol 1982. Jean-Francois Larios dan Michel Platini adalah dua inti Perancis. Keduanya dipuja kendati akhirnya "Les Bleus" disikat Jerman 4-5 melalui drama adu penalti di semifinal.
Setelah itu, Larios tersingkir dari timnas Perancis akibat cekcok dengan kapten Platini. Namun, sebabnya sangat jelas, moral Larios dipertanyakan setelah terlibat skandal dengan istri Platini.
Meski berstatus bintang St. Etienne, klub yang gilang-gemilang pada kurun 1970-80-an, nama Larios temaram pelan-pelan di timnas Perancis. Setelah kejadian memalukan itu, Larios tak pernah mengenakan kostum biru kebanggaan "Negeri Eiffel".
Berikutnya adalah saat era '90-an. Nama Eric Cantona begitu membahana bersama Leeds United dan kemudian Manchester United.
Pada saat berusia 22 tahun dan memperkuat Olympique Marseille, karier Cantona di timnas tuntas setelah melontarkan kata-kata tak sepantasnya kepada Pelatih Henri Michel.
Air susu, dibalas dengan air tuba. Michel yang memberi kesempatan pertama bermain di timnas untuk Cantona, Michel pula yang memungkasi karier internasionalnya sepanjang timnas dinakhodainya.
Dunia masih ingat tatkala Raymond Domenech kehilangan wibawa di depan anak asuhnya. Sebabnya kala itu nyaris sama dengan apa yang dialami Blanc pekan lalu.
Perancis kalah dua gol tanpa balas dari Meksiko dalam laga penyisihan grup Piala Dunia Afrika Selatan 2010.