Cekcok, Suami Bunuh Istri
Tribun Manado - Rabu, 13 Juni 2012 19:44 WITA
Laporan Wartawan Tribun Manado Quin Simatauw
TRIBUNMANADO.CO.ID,
RATAHAN - Perkelahian antara suami dan isteri yang didengar oleh sang
tetangga Stevi Ompi (34) sabtu malam (9/6) di perkebunan Rumbia di
Tareten Jalan Raya Ratahan - Belang bisa jadi adalah detik-detik
terakhir Flora Tubo (46) warga Kiawa Satu Kabupaten Minahasa yang
ditemukan membusuk, rabu sore (13/6).
Tak berniat mencampuri
urusan rumah-tangga, Stevi mengaku hanya diam di rumah kebun (sabua)
miliknya. Sampai Minggu pagi (10/6) sang suami RP (48) alias Robert yang
diduga telah membunuh sang isteri mendatangi dirinya untuk meminjam
sekop.
"Saya kira dia bercanda karena dia mengaku baru saja
membunuh istrinya setelah mengikat dan menyiksanya terlebih dahulu, dia
ada bilang kita so toki ta p maitua, (saya baru saja memukul istri saya
di kepala)," ujar Stevi kepada Tribun Manado tak berapa lama usai mayat
korban ditemukan.
Stevi membalas pertanyaan Robert yang meminjam
sekop dengan keterangan tidak ada karena sekop miliknya tidak ada
padanya. Robert kembali ke sabua miliknya. Namun minggu siang, Stevi
mengaku Robert kembali datang.
"Tangannya gemetar memegang peda
(parang) dan mengulangi pertanyaan untuk meminjam sekop, saya, istri dan
anak saya langsung lari melihat gelagat tersebut, jangan dia mau
membunuh kami sekeluarga," jelasnya.
Stevi menambahkan jika senin
siang (11/6), Robert juga mengaku kepada tetangga lain yang bernama Aya
Komalig bahwa ia sudah membunuh sang isteri.
"Senin siang sebelum ia pulang ke kiawa, ia juga bilang ke Opa Aya kalau sudah membunuh istrinya," tukas Stevi.
Robert
pulang ke Kiawa pada senin siang (11/6) mengendarai sepeda motor dan
membawa lima kilogram cengkih hasil memetik dari kebunnya sendiri.
Pulang sendirian tanpa sang isteri, Robert langsung diberondong pihak
keluarga.
"Dia bilang Flora sudah lari, karena itu dia pulang sendirian," ujar Edwin Kaparang sang keponakan.
Pihak
keluarga besar mengaku tak percaya dengan pengakuan Robert dan langsung
berdiskusi untuk mencari kebenaran. Ayah korban, kakak dan keluarga
lainnya langsung melapor kepada aparat desa setempat perihal hilangnya
korban.
"Sedangkan hukum tua mendengar kabar tersebut langsung bersuara jangan-jangan Flora sudah dibunuh," ujar Jan Tubo ayah korban.
Namun
pihak keluarga masih memiliki harapan untuk mencari korban dengan
berbondong-bondong datang ke Tempat Kejadian Perkara di perkebunan
rumbia.
"Memang hukum tua ada bilang cari saja dulu mungkin ada di tetangga atau kerabat di Mitra," tambahnya lagi.
Pihak
keluarga mengaku, rabu sore tadi sesampainya di TKP, tak berapa lama
setelah melakukan pencarian langsung mencium bau busuk di sekitar sabua.
Tak seberapa jauh dari sabua, terlihat karung putih yang dibagian
ujungnya sudah penuh dengan lalat hijau.
"Saya langsung bilang jangan pegang apapun dan segera panggil polisi," jelas ayah korban.
Pihak
keluarga sangat menyesalkan kejadian ini. Sang ayah bahkan mengaku jika
minggu malam tubuhnya terasa sangat berat seperti ada yang sedang
menggantung padanya.
"Dia anak saya dengar-dengaran sekali, saya
menyesal sekali bisa jadi seperti ini, suaminya memang sering
memukulinya tapi memang dasarnya anak saya sabar dan tak mau
meninggalkan suami," tukasnya.
Kapolsek Rural Belang AKP DH Kumajas membenarkan laporan ini dan mengaku tengah melakukan olah TKP.
Pelaku Dikenal Temperamental
RP
(48) alias Robert dikenal kasar dan temperamental. Pihak keluarga
memastikan bahwa ia sering memukul korban dan paling diingat adalah
baru-baru ini.
"Waktu pengucapan, anak saya sedang memasak
dan tiba-tiba dipukul untung tak kena kepala hanya dileher waktu itu,"
ujar Jan Tubo ayah korban.
Pelaku juga pernah dua kali menikam tetangganya di kiawa.
"Saya
minta hukuman seberat-beratnya dan segala biaya untuk proses ini harus
ditanggung keluarga pelaku," tegas ayah korban yang diiyakan pihak
keluarga.(uke)
Penulis : Quin_Simatauw
Editor : Budi_Susilo