Kriminalitas
Cekcok, Suami Bunuh Istri
Tak berniat mencampuri urusan rumah-tangga, Stevi mengaku hanya diam di rumah kebun
Laporan Wartawan Tribun Manado Quin Simatauw
TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Perkelahian antara suami dan isteri yang didengar oleh sang tetangga Stevi Ompi (34) sabtu malam (9/6) di perkebunan Rumbia di Tareten Jalan Raya Ratahan - Belang bisa jadi adalah detik-detik terakhir Flora Tubo (46) warga Kiawa Satu Kabupaten Minahasa yang ditemukan membusuk, rabu sore (13/6).
Tak berniat mencampuri urusan rumah-tangga, Stevi mengaku hanya diam di rumah kebun (sabua) miliknya. Sampai Minggu pagi (10/6) sang suami RP (48) alias Robert yang diduga telah membunuh sang isteri mendatangi dirinya untuk meminjam sekop.
"Saya kira dia bercanda karena dia mengaku baru saja membunuh istrinya setelah mengikat dan menyiksanya terlebih dahulu, dia ada bilang kita so toki ta p maitua, (saya baru saja memukul istri saya di kepala)," ujar Stevi kepada Tribun Manado tak berapa lama usai mayat korban ditemukan.
Stevi membalas pertanyaan Robert yang meminjam sekop dengan keterangan tidak ada karena sekop miliknya tidak ada padanya. Robert kembali ke sabua miliknya. Namun minggu siang, Stevi mengaku Robert kembali datang.
"Tangannya gemetar memegang peda (parang) dan mengulangi pertanyaan untuk meminjam sekop, saya, istri dan anak saya langsung lari melihat gelagat tersebut, jangan dia mau membunuh kami sekeluarga," jelasnya.
Stevi menambahkan jika senin siang (11/6), Robert juga mengaku kepada tetangga lain yang bernama Aya Komalig bahwa ia sudah membunuh sang isteri.
"Senin siang sebelum ia pulang ke kiawa, ia juga bilang ke Opa Aya kalau sudah membunuh istrinya," tukas Stevi.
Robert pulang ke Kiawa pada senin siang (11/6) mengendarai sepeda motor dan membawa lima kilogram cengkih hasil memetik dari kebunnya sendiri. Pulang sendirian tanpa sang isteri, Robert langsung diberondong pihak keluarga.
"Dia bilang Flora sudah lari, karena itu dia pulang sendirian," ujar Edwin Kaparang sang keponakan.
Pihak keluarga besar mengaku tak percaya dengan pengakuan Robert dan langsung berdiskusi untuk mencari kebenaran. Ayah korban, kakak dan keluarga lainnya langsung melapor kepada aparat desa setempat perihal hilangnya korban.
"Sedangkan hukum tua mendengar kabar tersebut langsung bersuara jangan-jangan Flora sudah dibunuh," ujar Jan Tubo ayah korban.
Namun pihak keluarga masih memiliki harapan untuk mencari korban dengan berbondong-bondong datang ke Tempat Kejadian Perkara di perkebunan rumbia.
"Memang hukum tua ada bilang cari saja dulu mungkin ada di tetangga atau kerabat di Mitra," tambahnya lagi.
Pihak keluarga mengaku, rabu sore tadi sesampainya di TKP, tak berapa lama setelah melakukan pencarian langsung mencium bau busuk di sekitar sabua. Tak seberapa jauh dari sabua, terlihat karung putih yang dibagian ujungnya sudah penuh dengan lalat hijau.
"Saya langsung bilang jangan pegang apapun dan segera panggil polisi," jelas ayah korban.