• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribun Manado

Bahar dan Munzir Divonis 4,5 Tahun dan 4 Tahun Penjara

Senin, 21 Mei 2012 22:56 WITA
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Terdakwa dugaan kasus suap auditor BPK RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara, Drs Bahar MM selaku ketua tim dan Munzir SE Ak selaku anggota tim, kembali disidangkan di Persidangan Tipikor Manado, Senin (21/5/2012)

Dalam persidangan kali ini kedua terdakwa divonis oleh majelis hakim yang diketuai Armindo Pardede SH MAP dan hakim anggota Novrry Tamy Oroh SH serta Nich Samara SH MH (hakim adhoc),

Terdakwa Drs Bahar MM divonis dengan hukuman penjara selama empat tahun dan enam bulan, sementara terdakwa Munzir SE Ak divonis empat tahun penjara.

Kedua terdakwa juga oleh majelis hakim dibebankan uang denda Rp 200 juta dan jika tidak membayar denda diganti dengan hukuman (subsidair) satu bulan penjara

Persidangan dimulai sekitar pukul 10.00 Wita, sekitar satujam lebih putusan yang setebal sekitar 300an halaman dibacakan bergantian oleh majelis hakim,

Dari putusan majelis hakim tersebut, kedua terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya masing-masing yang mengakui masih pikir-pikir, hal yang sama juga dikatakan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Diketahui sebelumnya, kedua terdakwa merupakan pemeriksa BPK pada Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon tahun anggaran 2007 yang dilakukan pemeriksaan tahun 2008, di duga menerima uang suap Rp 1,5 Miliar untuk membuat penilaian keuangan Pemkot Tomohon dari Disclaimer menjadi Wajar Dengan Pengecualian (WDP)

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yaitu Supardi SH MH, dan Ely Kusumastuti SH MHum, menuntut terhadap terdakwa dengan hukuman 6 tahun untuk Drs Bahar MM dan hukuman penjara 5 tahun untuk Munzir SE Ak, dimana keduanya juga dalam tuntutan sebelumnya dikenakan pidana denda masing-masing Rp 200 juta subsidair 6 bulan kurungan.

Terdakwa Drs Bahar MM juga dalam tuntutan dikenakan membayar uang pengganti Rp 892.500.000, dengan ketentuan apabila terdakwa tidak membayar uang pengganti dalam waktu satu bulan sesudah putusan pengadilan yang mempunyai ketentuan hukum tetap, maka harta bendanya akan disita oleh Jaksa dan dapat dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut, yang apabila tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti maka dihukum dengan penjara dua tahun. (obi)
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas