Tenaga Kerja
Didominasi Kasus Indisipliner
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulut mencatat kasus yang mendominasi.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulut mencatat kasus yang mendominasi antara pekerja dan pihak industri didominasi oleh pemutusan hubungan kerja. Hal ini seperti disampaikan oleh Kepala Disnakertrans Boy Rompas, Selasa (1/5/2012).
"Disnakertrans membantu untuk memediasi agar permasalahan antara pihak industri dan tenaga kerja bisa selesai," kata Rompas.
Dikatakan Rompas, dirinya selalu menyarankan agar pihak tenaga kerja dan perusahaan agar selalu melakukan mediasi. Dari mediasi ini, kata Rompas akan ada perjanjian bersama (PB) yang isinya bisa berupa kesepakatan apakah perusahaan akan membayar apa yang menjadi hak pekerja atau bisa juga perusahaan mempekerjakan kembali para pekerja tersebut. "Nah kalau tidak menemui jalan keluar maka Disnaker akan mengeluarkan anjuran. Apabila anjuran tidak dilakukan maka pihak yang dirugikan melanjutkan dengan membuat gugatan di pengadilan hubungan industrial pada Pengadilan Negeri Manado," jelas Rompas.
Rompas mengatakan, sebagai seorang kepala dinas yang membidangi tenaga kerja, dirinya selalu memperhatikan norma-norma ketenagakerjaan. Ia mencontohkan, dirinya menelpon Jamsostek untuk membayar yang menjadi hak tenaga kerja yang meninggal di Bolmut. "Kalau ada perusahaan yang tidak benar memperlakukan tenaga kerja, jangan sungkan untuk datang ke disnaker," tuturnya.
Ia juga mengimbau, saat melakukan mediasi, ada baiknya para pekeja tidak emosi tapi menggunakan kepala dingin agar bisa mendapatkan hasil yang tidak merugikan semua pihak. "Tapi kalau sampai akhirnya tidak menemukan jalan keluar, maka kita harus fair permasalahan ini harus di bawa ke ranah hukum," tutur Rompas.
Ia menambahkan, dengan UMP tertinggi di Sulawesi maka tidak menutup kemungkinan pekerja dari luar daerah datang mencari kerja di Sulut. "Karena itu saya berharap, saudar-saudara pekerja bisa meningkatkan kualitas dalam bekerja. Sehingga kita tidak kalah bersaing dengan pekerja dari luar daerah," tandasnya.