Jumat, 27 Maret 2015

Lingkungan dan Pergaulan Dilema Anak-anak di Bitung

Sabtu, 23 Juli 2011 11:17 WITA

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Aksi kejahatan pidana yang dilakukan anak-anak maupun korban pidana kepada anak-anak di Kota Bitung dipengaruhi banyak oleh lingkungan tempat tinggalnya. Sebagaimana hal ini terungkap dalam penanganan persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bitung.

Humas PN Bitung, Erenst Ulaen mengatakan, selama proses pemeriksaan persidangan di PN Bitung anak dibawah umur 18 tahun melakukan pidana akibat pergaulan lingkungan sosialnya yang salah. 

"Ikut aksi perkelahian. Turut serta dengan orang dewasa. Seorang anak bersama dua orang dewasa melakukan perkelahian dengan kelompok lain," ujarnya kepada Tribun Manado di aula PN Bitung, Jumat (22/7/2011).

Ia menjelaskan, sebab utama adanya perbuatan perkelahian itu minum-minuman beralkohol. Bergabung dengan kelompok orang dewasa yang kesemuanya peminum menjadikan si anak ikut berbuat maksiat. "Minum Cap Tikus. Si anak kurang kontrol dari orang tuanya," ujar Erenst. 

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Tribun Manado di panitera pidana PN Bitung, putusan pidana yang menyeret anak-anak berjumlah 4 untuk Mei 2011 dan di Juni 1 perkara sementara Juli 2011 ini baru ada 4.

Terkait korban pidana yang dialami anak pun di PN Bitung terbilang besar, kata Erents. Kebanyakan dari kaum wanita bermasalah dalam perkara seksualitas. Berawal sekedar hubungan percintaan namun ternyata berujung tindakan kekerasan dan pencabulan seksual ke para gadis muda dibawah umur.

"Faktor utama tanpa ada peran kontrol si orang tua. Dan si anak dari latarbelakang keluarga yang bercerai," ujarnya.

Halaman12
Editor: Andrew_Pattymahu
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas