A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Lingkungan dan Pergaulan Dilema Anak-anak di Bitung - Tribun Manado
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 Juli 2014
Tribun Manado

Lingkungan dan Pergaulan Dilema Anak-anak di Bitung

Sabtu, 23 Juli 2011 11:17 WITA
Laporan Wartawan Tribun Manado, Budi Susilo

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG -
Aksi kejahatan pidana yang dilakukan anak-anak maupun korban pidana kepada anak-anak di Kota Bitung dipengaruhi banyak oleh lingkungan tempat tinggalnya. Sebagaimana hal ini terungkap dalam penanganan persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bitung.

Humas PN Bitung, Erenst Ulaen mengatakan, selama proses pemeriksaan persidangan di PN Bitung anak dibawah umur 18 tahun melakukan pidana akibat pergaulan lingkungan sosialnya yang salah. 

"Ikut aksi perkelahian. Turut serta dengan orang dewasa. Seorang anak bersama dua orang dewasa melakukan perkelahian dengan kelompok lain," ujarnya kepada Tribun Manado di aula PN Bitung, Jumat (22/7/2011).

Ia menjelaskan, sebab utama adanya perbuatan perkelahian itu minum-minuman beralkohol. Bergabung dengan kelompok orang dewasa yang kesemuanya peminum menjadikan si anak ikut berbuat maksiat. "Minum Cap Tikus. Si anak kurang kontrol dari orang tuanya," ujar Erenst. 

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Tribun Manado di panitera pidana PN Bitung, putusan pidana yang menyeret anak-anak berjumlah 4 untuk Mei 2011 dan di Juni 1 perkara sementara Juli 2011 ini baru ada 4.

Terkait korban pidana yang dialami anak pun di PN Bitung terbilang besar, kata Erents. Kebanyakan dari kaum wanita bermasalah dalam perkara seksualitas. Berawal sekedar hubungan percintaan namun ternyata berujung tindakan kekerasan dan pencabulan seksual ke para gadis muda dibawah umur.

"Faktor utama tanpa ada peran kontrol si orang tua. Dan si anak dari latarbelakang keluarga yang bercerai," ujarnya.

Pengamatan Tribun Manado di kepaniteraan Pidana PN Bitung, korban pidana anak-anak dari Januari sampai perjalanan Juli 2011 ini sudah mencapai angka 18 perkara.

Menurut Erents, persidangan yang dialami anak-anak itu bagi pengadilan harus secara cepat ditangani bahkan ada ruangan tersendiri.

"Masa anak-anak adalah masa perkembangan. Secara pisikologis sangat terganggu dan berpengaruh bila si anak berhadapan dengan pengadilan," ungkapnya.

Senada, Kepala Biro Bantuan Hukum Lembaga Perlindungan Anak (BBH LPA) Sulut, Neny Rachmawati, menjelaskan, korban anak dibawah umur terjadi kebanyakan kepada kalangan perempuan. Secara khusus dalam perkara kekerasan seksualitas.

"Para orang tua diharapkan lebih jeli lagi dalam pengawasan terhadap pergaulan dan perkembangan anak," tegasnya.
Editor: Andrew_Pattymahu
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas