Stenly Sempat Bertahan 24 Jam
Setelah sempat di rawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Kandouw Malalayang, Stenly Sumila
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Setelah sempat di rawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Kandouw Malalayang, Stenly Sumilat, korban kecelakaan lalu lintas di ring road akhirnya mengembuskan nafas terakhir, Selasa (22/2) sekitar pukul 13.00 wita.
Menurut Jeferson Kelu, rekan korban yang berada di UGD saat korban dirawat, jenazah tak sadarkan diri hingga akhirnya meninggal setelah dirawat 24 jam lamanya. Sehari sebelumnya korban mengalami lakalantas di ring road, Senin sekitar pukul 13.00.
Kata Jeferson, organ otak korban mengalami kerusakan. Stenly terus bertahan karena dibantu alat pernafasan. Kendati begitu keluarga tetap optimistis, walupun akhirnya kenyataan berkata lain. "Bagian otaknya rusak. Sebenarnya sudah parah, tapi masih dibantu pakai alat," katanya kepada Tribun Manado.
Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah duka di Lingkungan 2 Teling Bawah, Kecamatan Wanea. Ibadah penghiburan diadakan malam kemarin. Kerabat keluarga dan teman-teman memenuhi rumah duka. Tampak suasana ruang persemayaman jenazah diselimuti duka. Istri dan anak perempuan korban mendampingi jenazah Stenly yang terbaring kaku mengenakan pakaian tuxedo. Lagu penghiburan dilantunkan teman-teman korban di rumah duka.
Adapun, Faisal Rahman (37), sahabat Stenly ikut hadir di ibadah penghiburan. Ia sudah mengenal Stenly sejak duduk di bangku SMA 1991 silam. Sewaktu kuliah, keduanya bahkan terlibat dalam kegiatan pecinta alam Fakultas Ekonomi Universitas Sam Ratulangi. Faisal mengenal Stenly sebagai sosok yang periang, aktif, dan cepat bergaul. "Orannya aktif kegiatan, pernah ketua Mapala Equil Fakultas Ekonomi. Semangat, gampang bergaul luas," tuturnya mengenang sahabatnya.
Ia menambahkan, korban merupakan pemuda yang sukses sebagai pengusaha. Hobinya sebagai mahasiswa pecinta alam, ia salurkan hingga bisa membentuk usaha penyedia outbound di Sulawesi Utara. "Dia bisa lobi proyek outbound di daerah, jadi dia yang kerja untuk pembuatannya. Yah, karena memang pengalaman sebagai anggota mapala, hobi bisa jadi usaha," paparnya.
Rencananya jenazah korban akan dibawa ke Tompaso Baru untuk dimakamkan, Kamis (24/2). Ibadah penghiburan kedua akan dilaksanakan kembali besok (hari ini) di Teling Bawah.
Kecelakaan naas itu terjadi 22 Februari di Ring Road, Kelurahan Paal 4 Kecamatan Tikala. Adu kambing itu melibatkan Truk Silver Plat nomor DB 8725 BY versus Nissan Grand Livina Silver Nopol DB 4743 AL. Kondisi kedua mobil rusak parah di bagian depan. Kendati mengalami tabrakan hebat, pengemudi truk, Sony Makahenas 47, warga Desa Tonelet, Kecamatan Sonder, Minahasa, hanya mengalami luka ringan. Begitu juga dengan rekan Stenly bernama Frans, hanya mengalami patah pada tulang kaki.(ryo)
Berita Terkait