Senin, 22 Desember 2014
Tribun Manado

Lokon Meletus Lagi

Selasa, 22 Februari 2011 17:17 WITA

Lokon Meletus Lagi
NET
Gunung Lokon
Laporan Wartawan Tribun Manado Warstef Abisada

TRIBUNMANADO.CO.ID,TOMOHON
-- Warga Kota Tomohon terutama yang bermukim di sekitar Gunung api Lokon diminta waspada. Ini penting dilakukan menyusul meningkatnya aktivitas gunung setelah terjadi letusan permukaan setinggi 400 meter, Selasa (22/2) sekitar pukul 07.50 Wita.

Farid Ruskanda, Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu mengatakan letusan permukaan atau freatik yang terjadi ada hubungannya dengan kejadian pada November 2007 lalu, dimana kala itu status gunung sempat dinaikkan dari waspada ke siaga sekitar 3 pekan lamanya. "Seluruh warga baik dari Kota Tomohon maupun sekitarnya harus tetap hati-hati, dan dilarang melakukan pendakian atau aktivitas lainnya di sekitar kawah, sangat berbahaya karena status Gunung Lokon kini masih tetap waspada," jelasnya, kemarin.

Dikatakan Farid, letusan permukaan berpeluang terjadi lagi karena kegempaan selalu bertambah meski tak signifikan, ditambah tingginya suhu kawah dan banyaknya bara api yang tersebar. "Kontak air dengan suhu tinggi lama kelamaan bisa mencapai titik jenuh, sehingga terjadilah letusan permukaan," ujarnya.

Menurutnya, letusan permukaan berdampak besar hanya pada sekitar lokasi bibir kawah karena ada material besar yang terangkat dan terlempar ke permukaan. Sedangkan, masyarakat biasanya hanya merasakan dampak debu vulkanik yang terbawa angin sesaat setelah letusan. "Tak ada zat beracun berbahaya yang menyebar saat letusan permukaan karena langsung terurai oleh sinar matahari," kata Farid.

Meski demikian ia menegaskan sewaktu-waktu bisa saja terjadi letusan besar, karena meningkatnya aktifitas magma dari dalam gunung. "Jika terobosan magma dari dalam signifikan, letusan besar bisa terjadi. Namun, hal itu mudah di deteksi hingga informasi kepada masyarakat tentang bahaya bencana bisa segera disampaikan. Berbeda dengan letusan permukaan yang sulit diprediksi karena sulit diketahui dan diukur kapan titik jenuh air terjadi," tutur Farid, sembari menambahkan aktifitas gempa saat ini masih dalam kondisi normal yaitu 3 gempa rata-rata perharinya.

Sementara itu, Ferry Marentek, Kabag Humas Pemerintah Kota Tomohon mengimbau seluruh warga untuk tetap berhati-hati dan waspada terhadapa ancaman bahaya letusan Gunung Api Lokon. "Warga harus tetap berjaga-jaga meski letusan yang terjadi tadi (kemarin pagi) kecil dengan asap dan debu sangat tipis," tegasnya.

Dijelaskannya pemerintah kini telah siap menghadapi bencana jika seandainya benar-benar terjadi, baik untuk mengevakuasi dan menolong warga terutama yang berpotensi terkena dampak serius.

Hal senada diungkapkan Kabag Ops Polres Tomohon Kompol Linus Kendek mewakili Kapolres AKBP Suyanto. "Semua personil Polres sudah disiagakan, jika terjadi bencana langsung diterjunkan untuk membantu, kapanpun itu terjadi," tukasnya.
Penulis: Warsteff_Abisada
Editor: Rine_Araro

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas