• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 21 September 2014
Tribun Manado

Pengusaha Cakalang Fufu Kesulitan Memasarkan Usahanya

Minggu, 16 Januari 2011 20:04 WITA
Pengusaha Cakalang Fufu Kesulitan Memasarkan Usahanya
IST
Cakalang Fufu
Laporan Wartawan Tribun Manado: Defriatno N

 TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Beberapa pengusaha cakalang fufu dari Kota Bitung mengeluarkan unek-uneknya dalam rapat Rapat Koordinasi dan evaluasi program pengembangan klaster UMKM pengolahan ikan cakalang fufu di Kantor
 Bank Indonesia Manado, Jumat (14/1). Unek-unek yang disampaikan pun selain membutuhkan modal juga sampai studi banding ke Semarang.

"Yang saya mau tanyakan kenapa saya tidak terpilih untuk ikut ke studi banding. Tapi memang Tuhan Maha Adil, biar saya tidak ikut studi banding, saya dapat modal dari Disperindag, mereka tidak," kata seorang pengusaha cakalang fufu dari Bitung, Nuraini dalam rapat tersebut, Jumat (14/1). 

Selain itu, ia juga menyampaikan tentang proses cakalang fufu yang sudah tidak menggunakan bahan kimia atau cairan guna warna cakalang fufu tetap segar. Namun para pengusaha yang terdiri dari kelompok kerja Gostavu, Amutiga, dan Langsa juga mengaku kesulitan dalam memasarkan hasil usahanya.

"Kita sampai jual di pasar bersehsati, karombasan, lalu kadang kita jual ke Tomohon," tuturnya.

Pengusaha cakalang fufu yang lain, menyampaikan ucapan terima kasih kepada BI Manado yang telah memfasilitasi studi banding ke Semarang. Dari studi banding tersebut, para pengusaha mengaku banyak menemukan pengalaman baru dan menambah wawasan dalam pengolahan ikan.

Rapat tersebut, diikuti sekitar 10 orang pengusaha cakalang fufu. Rapat tersebut merupakan kerjasama dari Dinas Koperasi dan UMKM prov. Sulut dan BI Manado yang juga diikuti stakeholder terkait seperti Badan POM Kota Manado, dan akademisi.

Kepala Balai Besar POM Manado, Indriaty Tubagus memberikan materi agar hasil pengolahan aman dan layak di konsumsi dengan menghindari hasil olahan dengan menggunakan bahan kimia.

"Cakalang masih ada ditemukan dengan bahan kimia, ini berarti belum aman dan tidak layak di konsumsi. Supaya produksi laris manis, agar dibuat kemasan yang layak. Cara produksinya juga harus bagus," ujar Indriati.

Selain itu, keamanan panganyang layak di konsumsi aman, permasalahan yang dihadapi masih relatif terbatas sarana informasi pasar, dan daya saing cakalang fufu.

Sementara itu, Pemimpin BI Manado, Ramlan Ginting dalam sambutannya mengatakan dalam rapat tersebut membahas bagaimana kendala atau permasalahan yang dihadapi oleh UMKM terkait aspek-aspek pengembangan kegiatan itu sendiri.

"Termasuk apakah ada kendala, dan mencarikan solusi yang pada akhirnya mendorong kesejahteraan masyarakat Sulut yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara," ucap Ramlan.
Penulis: Deffriatno_Neke
Editor: Andrew_Pattymahu
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
133 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas