Sulut Maju
Gubernur YSK dan Forkopimda di Manado Saat Presiden ke Miangas Talaud: Instruksi dari Setneg
Ringkasan Berita:
- Presiden prabowo lakukan kunjungan ke Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulut, Sabtu (9/5/2026).
- Muncul pertanyaan terkait ketidakhadiran Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus bersama unsur Forkopimda.
- Keputusan Gubernur dan Forkopimda tetap berada di Manado merupakan bagian dari pelaksanaan instruksi langsung Presiden RI.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sabtu (9/5/2026), menyita perhatian publik.
Di tengah kunjungan Presiden ke pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Filipina itu, muncul pertanyaan terkait ketidakhadiran Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus bersama unsur Forkopimda Sulut di lokasi kunjungan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara pun menegaskan, keputusan Gubernur dan Forkopimda tetap berada di Manado merupakan bagian dari pelaksanaan instruksi langsung Presiden RI melalui Sekretaris Kabinet.
Asisten I Setdaprov Sulut Denny Mangala mengatakan, seluruh persiapan keberangkatan rombongan Pemprov Sulut dan Forkopimda menuju Miangas sebenarnya sudah matang.
“Sebetulnya seluruh kesiapan sudah dilakukan. Manifest keberangkatan rombongan gubernur dan Forkopimda juga sudah disiapkan, termasuk pengamanan dan protokoler,” kata Denny Mangala, Sabtu (9/4/2026)
Menurutnya, sebanyak 23 manifest rombongan telah dipersiapkan untuk berangkat ke Miangas menggunakan pesawat Cessna milik TNI AU pada Sabtu pagi.
Namun pada Jumat malam, Pemprov Sulut menerima arahan agar Gubernur dan Forkopimda tetap standby di Manado.
“Ini adalah instruksi langsung yang diteruskan melalui Sekretaris Kabinet RI agar unsur pimpinan daerah tetap berada di Manado guna memastikan stabilitas wilayah dan kesiapsiagaan pengamanan selama kunjungan Presiden berlangsung,” ujarnya.
Denny menegaskan, keputusan tersebut bukan bentuk ketidakhadiran biasa, melainkan bagian dari sistem komando negara yang harus dijalankan secara disiplin.
Ia menjelaskan, Sulawesi Utara memiliki posisi strategis sebagai wilayah perbatasan dan jalur internasional sehingga pengamanan tidak hanya difokuskan di titik kunjungan Presiden, tetapi juga di pusat kendali wilayah.
“Pak Gubernur memahami betul sistem komando negara. Dalam situasi seperti ini, pengamanan wilayah menjadi prioritas utama,” katanya.
Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Pulau Miangas sendiri dinilai sebagai momentum strategis dalam memperkuat kehadiran negara di kawasan perbatasan terluar Indonesia.
Pulau Miangas dikenal sebagai salah satu pulau paling utara Indonesia yang berbatasan langsung dengan Filipina dan memiliki nilai strategis dalam konteks geopolitik serta kedaulatan negara.
Pemprov Sulut juga meminta masyarakat tidak salah menafsirkan ketidakhadiran Gubernur dan Forkopimda di lokasi kunjungan Presiden.
“Ini bukan soal seremoni atau pencitraan, tetapi soal menjalankan instruksi negara. Prinsipnya satu komando negara,” ujar Denny Mangala. (Ren)
Baca juga: Ini Langkah Pemprov Sulut Antisipasi Kekosongan Pemerintahan di Kabupaten Sitaro
(TribunManado.co.id/Ren)
-
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
Baca berita lainnya di: Google News
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Gubernur-dan-Forkopimda-tetap-berada-di-Manado-merupakan-instruksi-Presiden-RI.jpg)