Sulut Maju
Sulut Unjuk Gigi di Forum Nasional, Beberkan Kunci Sukses Program BKB dan TAMASYA
Ringkasan Berita:
- Kepala Dinas Dukcapil KB) Sulut, Cristodharma Sondakh dipercaya menjadi narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Pendampingan Program Pengasuhan Anak Usia Dini melalui Bina Keluarga Balita (BKB) dan Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA).
- Kegiatan tersebut digelar Direktorat Bina Ketahanan Keluarga Balita dan Anak pada BKKBN, Rabu (29/4/2026).
- Dalam forum itu, perwakilan Sulut menegaskan, keberhasilan program pembangunan keluarga tidak semata ditentukan oleh kebijakan semata.
TRIBUNMANADO.CO.ID - MANADO - Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kembali tampil di panggung nasional.
Kali ini, Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana (Dukcapil KB) Sulut, Cristodharma Sondakh dipercaya menjadi narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Pendampingan Program Pengasuhan Anak Usia Dini melalui Bina Keluarga Balita (BKB) dan Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA).
Kegiatan tersebut digelar Direktorat Bina Ketahanan Keluarga Balita dan Anak pada BKKBN, Rabu (29/4/2026), dan dilaksanakan secara virtual.
Peserta berasal dari berbagai daerah, mulai dari wilayah Sulawesi, Riau hingga Bangka Belitung, baik dari tingkat provinsi maupun kabupaten/kota yang menangani urusan pengendalian penduduk dan keluarga berencana.
Dalam forum itu, perwakilan Sulut menegaskan, keberhasilan program pembangunan keluarga tidak semata ditentukan oleh kebijakan semata.
Namun, faktor penting terletak pada kemampuan menjangkau nilai sosial dan budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Pendekatan berbasis budaya lokal seperti mapalus, serta pelibatan tokoh agama dan tokoh masyarakat, disebut menjadi kunci utama dalam meningkatkan partisipasi masyarakat.
“Program akan efektif ketika diterima sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. Di sinilah peran tokoh lokal menjadi sangat menentukan,” ungkap narasumber dalam pemaparan.
Sementara itu, Cristodharma Sondakh menegaskan, pendekatan berbasis budaya lokal akan terus diperkuat dalam implementasi program di daerah.
“Sulawesi Utara memiliki kekayaan nilai budaya seperti mapalus yang sangat relevan dengan semangat gotong royong dalam pengasuhan anak. Ini yang terus kami dorong agar program BKB dan TAMASYA semakin membumi dan berdampak langsung bagi keluarga,” ujarnya.
Tak hanya itu, sejumlah praktik baik juga dibagikan dalam forum tersebut.
Di antaranya integrasi program BKB dengan Posyandu, pemanfaatan ruang komunitas, hingga penguatan peran kader sebagai ujung tombak dalam edukasi keluarga.
Keikutsertaan Sulawesi Utara sebagai narasumber nasional ini sekaligus menegaskan bahwa inovasi daerah mampu menjadi rujukan dalam memperkuat kebijakan serta implementasi program pembangunan keluarga di tingkat nasional. (Ren)
Baca juga: Dinas Dukcapil-KB Sulut Ikut Rakor Persiapan Rakortekrenbang 2026, Dukung Sinkronisasi Perencanaan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/epala-Dinas-Dukcapil-KB-Sulut-Cristodharma-Sondakh-dipercaya-menjadi-narasumber.jpg)