Sulut Maju
Hemat Rp 1,9 Miliar, Gubernur Sulut Yulius Tak Pernah Bawa Ajudan saat Perjalanan Dinas
Ringkasan Berita:
- Fakta menarik terungkap dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Utara saat Pansus membahas LKPJ Gubernur Tahun Anggaran 2025.
- Dalam pembahasan tersebut, terungkap gaya kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus yang dinilai konsisten menerapkan efisiensi anggaran, bahkan dimulai dari dirinya sendiri.
- Ketua Pansus, Raski Mokodompit, yang memimpin rapat bersama Wakil Ketua Louis Schramm, mengungkap adanya penghematan signifikan pada pos anggaran perjalanan dinas kepala daerah.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Fakta menarik terungkap dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Utara saat Panitia Khusus (Pansus) membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2025, Senin (13/4/2026).
Dalam pembahasan tersebut, terungkap gaya kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus yang dinilai konsisten menerapkan efisiensi anggaran, bahkan dimulai dari dirinya sendiri.
Ketua Pansus, Raski Mokodompit, yang memimpin rapat bersama Wakil Ketua Louis Schramm, mengungkap adanya penghematan signifikan pada pos anggaran perjalanan dinas kepala daerah.
Jumlah penghematan tersebut tidak kecil, mencapai Rp1,9 miliar.
Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setdaprov Sulut, Christian A.R. Iroth, menjelaskan penghematan ini berasal dari kebijakan pribadi gubernur yang membatasi penggunaan fasilitas protokoler.
“Sejak dilantik 20 Februari 2025, beliau sangat ketat soal efisiensi. Selama tahun 2025, Pak Gubernur tidak pernah menggunakan anggaran perjalanan dinas untuk pendamping ataupun ajudan. Setiap ke Jakarta, beliau pergi sendiri,” ungkap Christian saat rapat.
Menurutnya, Gubernur berpandangan bahwa penggunaan fasilitas negara harus dilakukan secara efektif, dengan memaksimalkan peran Badan Penghubung di Jakarta dalam menunjang kegiatan kedinasan.
“Beliau fokus pada efisiensi. Sampai saat ini, seingat saya belum pernah ada perjalanan dinas gubernur yang menyertakan pendamping,” tambahnya.
Christian juga menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk komitmen dan integritas seorang kepala daerah dalam menjalankan pemerintahan.
“Kira-kira penghematan itu di sekitar Rp1,9 miliar khusus untuk perjalanan dinas kepala daerah. Pak Gubernur selalu pergi sendiri tanpa ajudan atau sespri. Efisiensi itu dimulai dari pribadi beliau,” pungkasnya. (Ren/Advertorial)
Baca Berita Tribun Manado di Google News
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/DPRD-Fakta-menarik-terungkap-dalam-rapat-paripurna-DPRD-Provinsi-07.jpg)