Sulut Maju
PSEL Segera Hadir di Sulut, Gubernur YSK Teken Kerja Sama dengan 5 Daerah
Ringkasan Berita:
- Program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) segera hadir di Sulawesi Utara
- Hal itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Provinsi Sulut bersama lima kabupaten/kota, yang disaksikan langsung Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia
- YSK mengapresiasi inisiatif Kementerian Lingkungan Hidup yang telah memfasilitasi kerja sama
TRIBUNMANADO.CO.ID - Program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) segera hadir di Sulawesi Utara (Sulut).
Hal itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Provinsi Sulut bersama lima kabupaten/kota, yang disaksikan langsung Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia.
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling (YSK), menandatangani PKS tersebut bersama Wali Kota Manado, Bupati Minahasa, Wali Kota Tomohon, Bupati Minahasa Utara (Minut), dan Wali Kota Bitung.
Penandatanganan ini menjadi bukti keseriusan Pemprov Sulut bersama pemerintah daerah dalam mengembangkan pengelolaan sampah berbasis energi listrik.
Dalam sambutannya, YSK mengapresiasi inisiatif Kementerian Lingkungan Hidup yang telah memfasilitasi kerja sama tersebut.
Menurutnya, langkah ini merupakan komitmen bersama antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam mendukung kebijakan nasional terkait pengelolaan sampah.
“Persoalan sampah ini menjadi problem di semua daerah. Dengan adanya kebijakan PSEL, ini akan sangat membantu pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan tersebut,” ujar YSK.
Ia menegaskan, kehadiran PSEL di Sulut diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah yang selama ini menjadi tantangan.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dalam sambutannya menyampaikan bahwa program PSEL merupakan salah satu program strategis Presiden Republik Indonesia yang harus didukung bersama.
Menurutnya, pengelolaan sampah menjadi energi listrik menjadi babak baru dalam sistem pengelolaan sampah di Indonesia.
Karena itu, ia berharap adanya dukungan penuh dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota agar implementasi program ini dapat berjalan cepat.
“Kita proyeksikan tiga tahun ke depan sudah bisa operasional,” katanya.
Dengan adanya kerja sama ini, Sulawesi Utara diproyeksikan menjadi salah satu daerah yang lebih maju dalam pengelolaan sampah berbasis energi, sekaligus mendukung upaya nasional menuju energi ramah lingkungan. (Ren)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/TANDA-TANGAN-Gubernur-Sulawes.jpg)