Sulut Maju
Apel Perdana, Gubernur Sulut YSK Ingatkan ASN Soal Disiplin Hingga Wajib Korve
Ringkasan Berita:
- Apel perdana Pemprov Sulut pasca libur Hari Raya Idul Fitri dan Nyepi di lingkungan Pemprov Sulut
- Gubernur YSK memberikan arahan agar menjaga integritas dan disiplin
- Gubernur menegaskan tidak ada toleransi bagi pelanggaran maupun perilaku yang dapat mencoreng nama baik ASN
TRIBUNMANADO.CO.ID - Apel perdana pasca libur Hari Raya Idul Fitri dan Nyepi di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut), Senin (30/3/2026), berlangsung penuh penegasan.
Gubernur Sulut, Yulius Selvanus Komaling (YSK) langsung memberikan arahan tegas kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar menjaga integritas dan disiplin dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.
Di hadapan peserta apel, Gubernur menegaskan tidak ada toleransi bagi pelanggaran maupun perilaku yang dapat mencoreng nama baik ASN.
“Kita digaji oleh negara. Tidak ada alasan untuk melakukan hal-hal yang tidak pantas,” tegasnya.
Tak hanya itu, Gubernur juga menyoroti kedisiplinan kerja ASN seiring diberlakukannya kebijakan Work From Home (WFH) sebesar 50 persen di lingkungan Pemprov Sulut.
Dalam skema tersebut, ASN bekerja dari rumah pada Rabu dan Kamis, sementara Selasa dan Jumat tetap berkantor.
Meski mendapat sambutan positif, ia mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak disalahgunakan.
“Saya senang kalian tepuk tangan, tapi jangan sampai WFH dipakai untuk urusan lain,” ujarnya mengingatkan.
Korve Jadi Kewajiban, ASN Diminta Peduli Lingkungan
Selain soal kinerja, Gubernur juga memberi perhatian serius terhadap kebersihan lingkungan kerja.
Ia mewajibkan seluruh ASN melaksanakan kerja bakti atau korve secara rutin setiap Selasa dan Jumat.
Untuk Selasa, masing-masing perangkat daerah diminta membersihkan lingkungan kantor secara mandiri.
Sedangkan Jumat, kegiatan korve akan dilaksanakan bersama unsur Forkopimda.
“Jangan tunggu disuruh. Kalau lihat sampah, langsung ambil. Jangan masa bodoh,” tegasnya.
Gubernur bahkan menyoroti masih ditemukannya sampah plastik dan puntung rokok di lingkungan kantor sebagai indikator kurangnya kepedulian.
Menurutnya, kebersihan dan kerapian lingkungan menjadi faktor penting dalam menarik minat wisatawan.
“Kalau lingkungan bersih, pasti sehat. Kebersihan itu bagian dari iman,” pungkasnya.
(TribunManado.co.id/Ren)
Baca Berita Tribun Manado di Google News
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Apel-perdana-pasca-libur-Hari-Raya-Idul-Fitri-dan-Nyepi.jpg)