Sulut Maju
Disdukcapil Sulawesi Utara Laksanakan Sekolah Lansia PWRI 2026
Ringkasan Berita:
- Disdukcapil Sulawesi Utara memfasilitasi pembelajaran perdana Sekolah Lansia PWRI Provinsi Sulawesi Utara di Ruang C.J. Rantung, Kantor Gubernur Sulawesi Utara.
- Kegiatan tersebut diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sulawesi Utara, dr. Jeanny Yola Winokan, M.A.P.
- Jeanny menjelaskan bahwa program Bina Keluarga Lansia menjadi wadah pembinaan bagi keluarga yang memiliki anggota lanjut usia (lansia).
TRIBUNMANADO.CO.ID - Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Sulawesi Utara memfasilitasi pembelajaran perdana Sekolah Lansia PWRI Provinsi Sulawesi Utara di Ruang C.J. Rantung, Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Manado, Kamis (19/2/2026).
Sekolah Lansia PWRI (Persatuan Wredatama Republik Indonesia), sering disebut sebagai program SELANTANG (Sekolah Lansia Tangguh) atau GANTARI adalah lembaga pendidikan non-formal yang ditujukan bagi pensiunan PNS dan masyarakat usia 60 tahun ke atas.
Program ini bertujuan mewujudkan lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif) melalui edukasi kesehatan, sosial, dan spiritual.
Kegiatan tersebut diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi bertajuk Lanjut Usia Berdaya (SIDAYA) oleh Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Utara, dr. Jeanny Yola Winokan, M.A.P.
Dalam pemaparannya, Jeanny menjelaskan bahwa program Bina Keluarga Lansia (BKL) menjadi wadah pembinaan bagi keluarga yang memiliki anggota lanjut usia (lansia).
Menurutnya, melalui kelompok kegiatan BKL, keluarga dibekali pengetahuan, sikap serta keterampilan guna mendukung peningkatan kualitas hidup lansia.
“Lansia perlu didukung oleh keluarga dan lingkungan agar tetap sehat, aman, dan mampu berpartisipasi sesuai minat dan potensinya,” ujar Jeanny.
Ia menambahkan, Sekolah Lansia yang dilaksanakan dalam kerangka BKL merupakan bentuk pendidikan nonformal sepanjang hayat atau long life education.
Program ini menyasar lansia mandiri maupun lansia dengan tingkat ketergantungan ringan.
Pendekatan pembelajaran mencakup aspek kesehatan, keagamaan, sosial budaya, hingga penguatan peran sosial di tengah masyarakat.
Dalam konsep SIDAYA, terdapat tujuh dimensi lansia tangguh yang menjadi fokus penguatan. Yakni:
- Dimensi intelektual
- Dimensi fisik
- Diminsi sosial kemasyarakatan
- Dimensi spiritual
- Dimensi vokasional
- Dimensi emosional
- Dimensi lingkungan.
Ketujuh dimensi tersebut diintegrasikan dalam kebijakan layanan terhadap kelompok lansia, sehingga mereka tetap memiliki ruang untuk berkembang dan berkontribusi.
Melalui program ini, diharapkan para lansia di Sulawesi Utara tetap aktif, sehat, dan berdaya, sekaligus menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan di daerah ini. (Ren)
Baca Berita Tribun Manado di Google News
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/SEKOLAH-LANSIA-Dinas-Pendudukan-dan-Catatan-Sipil-Disdukcapil-Sulawesi-Utara0.jpg)