Sulut Maju

Timsus Gubernur Sulut Tak Digaji, Ivanry Matu Tegaskan Tak Bebani APBD dan Bekerja Sukarela

Tim YSK/Tidak Ada
TIM KHUSUS: Sekretaris Tim Khusus Gubernur Sulut, Ivanry Matu, menegaskan bahwa keberadaan Timsus murni bersifat sukarela dan bahkan seluruh anggota bekerja dengan biaya sendiri. 
Ringkasan Berita:1.Sekretaris Tim Khusus Gubernur Sulut, Ivanry Matu, menegaskan bahwa keberadaan Timsus murni bersifat sukarela dan bahkan seluruh anggota bekerja dengan biaya sendiri.
 
2.Tujuan utama pembentukan Timsus adalah membantu Gubernur Sulut dalam mengakselerasi program strategis daerah, khususnya dengan memperkuat koordinasi bersama OPD.
 
3.Timsus hanya beranggotakan lima orang yang merupakan para profesional dengan jejaring nasional yang kuat.

TRIBUNMANADO.CO.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menegaskan bahwa Tim Khusus (Timsus) Gubernur untuk Percepatan Akses Program Strategis yang dibentuk Gubernur Yulius Selvanus Komaling (YSK) tidak digaji dan tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Sekretaris Tim Khusus Gubernur Sulut, Ivanry Matu, menegaskan bahwa keberadaan Timsus murni bersifat sukarela dan bahkan seluruh anggota bekerja dengan biaya sendiri.

“Sesuai Surat Keputusan yang ditandatangani langsung oleh Pak Gubernur, Tim Khusus ini tidak digaji. Jadi tidak ada beban untuk APBD. Kami bekerja secara sukarela, bahkan menggunakan biaya sendiri,” tegas Ivanry Matu, Sabtu (24/1/2026).

Baca juga: Daftar Nama Tim Khusus Bentukan Gubernur Sulut YSK, Susi Sigar Koordinator

Ivanry menjelaskan, tujuan utama pembentukan Timsus adalah membantu Gubernur Sulut dalam mengakselerasi program strategis daerah, khususnya dengan memperkuat koordinasi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Tugas kami justru sebaliknya, bukan membebani APBD, tetapi menarik anggaran pusat atau APBN sebanyak-banyaknya untuk dibawa ke Sulawesi Utara,” jelasnya.

Ia menambahkan, Timsus hanya beranggotakan lima orang yang merupakan para profesional dengan jejaring nasional yang kuat, sehingga dinilai efektif untuk mempercepat akses program strategis lintas kementerian dan lembaga.

“Timsus ini kecil, hanya lima orang, tapi diisi oleh para profesional yang memiliki akses dan jaringan nasional untuk mendukung akselerasi program strategis di Sulut,” ungkap Ivanry.

Diketahui, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) secara resmi membentuk Tim Khusus Gubernur untuk Percepatan Akses Program Strategis sebagai langkah terukur menjawab tantangan pembangunan daerah di tengah keterbatasan anggaran.

Pembentukan tim tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) sekaligus rapat perdana Timsus yang digelar di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Sabtu (24/1/2026).

Gubernur YSK menegaskan, keberadaan Timsus menjadi instrumen penting Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam mengamankan program-program strategis nasional yang sebagian besar anggarannya berada di kementerian dan lembaga pusat.

“Tim khusus ini harus aktif mengejar dan mengamankan program strategis di pusat untuk Sulawesi Utara,” tegas Gubernur.

Menariknya, susunan personalia Timsus diisi oleh figur-figur yang dinilai memiliki pengalaman, jejaring, dan kapasitas strategis lintas sektor.
Susi F. Sigar dipercaya sebagai Koordinator Tim, didampingi Ivanry Matu sebagai Sekretaris Tim.

Posisi Wakil Koordinator Bidang Perencana Strategis dan Hubungan Antar Lembaga diemban Fanny A. Wulur, sementara penguatan stakeholder dan infrastruktur strategis daerah ditangani Julius Jems Tuuk sebagai Wakil Koordinator.

Adapun urusan komunikasi dan kerja sama lintas sektor dipercayakan kepada Elisabeth A. Lihiang sebagai Wakil Koordinator.

Gubernur YSK menjelaskan, Timsus dibentuk untuk menjembatani keterbatasan OPD yang memiliki rutinitas tinggi, sehingga proses pengusulan, pengawalan, hingga realisasi program strategis dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

“Dalam konteks ini, Timsus menjadi pancaindra Gubernur, memastikan kepentingan daerah terakomodasi secara optimal,” ujarnya.

Ia berharap mulai 2026 dan seterusnya, Timsus mampu menghadirkan program strategis nasional yang berdampak besar, berkelanjutan, serta menjadi legacy pembangunan monumental bagi Sulawesi Utara.

Gubernur juga menekankan pentingnya prinsip pemerataan wilayah agar pembangunan di sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi dapat tersebar merata di seluruh kabupaten dan kota.

Salah satu tugas utama Tim Khusus adalah memback-up koordinasi OPD agar lebih solid dan sinergis.

"Tujuan akhirnya adalah Sulawesi Utara yang maju, berdaya saing, dan meninggalkan warisan pembangunan nyata bagi generasi mendatang,” pungkas Gubernur YSK. (REN)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.