Penyakit di Sulut
Daftar 10 Penyakit Terbanyak di Sulawesi Utara, Ini yang Jadi Peringkat Pertama
Dinkes Sulut merilis daftar 10 penyakit yang paling menonjol sepanjang Januari hingga Juni 2025.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Dewangga Ardhiananta
TRIBUNMANADO.CO.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Utara (Sulut) merilis daftar 10 penyakit yang paling menonjol sepanjang Januari hingga Juni 2025.
Data mencatat bahwa penyakit hipertensi dan diabetes melitus (DM) masih mendominasi.
Hal ini menandakan tren penyakit tidak menular (PTM) terus menjadi tantangan utama kesehatan masyarakat Sulut.
Daftat penyakit menonjol di Sulut Tahun 2025:
1. Hipertensi
2. Diabetes Melitus (DM)
3. ISPA
4. TBC
5. Dyspepsia
6. Diare
7. Kusta
8. Myalgia
9. DBD
10. Hepatitis
Meski DBD dan Hepatitis memiliki jumlah kasus lebih kecil, keduanya tetap mendapat perhatian serius karena berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat, terutama sebagai penyakit menular yang berpotensi menimbulkan wabah.
Perbandingan dengan Tahun 2024
Pada tahun 2024, pola penyakit di Sulut masih sangat dipengaruhi penyakit menular.
Data kunjungan pasien tercatat sebagai berikut:
Hipertensi - 59.364 kasus
Influenza - 50.397 kasus
Diabetes mellitus - 22.465 kasus
Diare - 14.796 kasus
Tersangka TBC paru - 9.109 kasus
Demam berdarah dengue - 3.127 kasus
TBC paru BTA (+) - 3.023 kasus
Demam dengue - 1.365 kasus
Pneumonia - 1.351 kasus
Malaria vivax - 1.323 kasus
Jika dibandingkan, terlihat bahwa tahun 2024 masih didominasi oleh penyakit menular seperti influenza, diare, DBD, pneumonia, dan malaria.
Namun pada tahun 2025, penyakit tidak menular justru lebih banyak menempati daftar, seperti hipertensi, diabetes, dyspepsia, dan myalgia.
Kepala Dinas Kesehatan Sulut dr Rima F. Lolong, mengatakan tren ini menunjukkan adanya perubahan pola penyakit di masyarakat.
“Hipertensi dan diabetes masih menjadi masalah utama kesehatan masyarakat Sulut.
Namun demikian, penyakit menular seperti TBC, kusta, DBD, dan hepatitis juga tetap harus diwaspadai karena potensi penularannya cukup tinggi,” jelas dr Rima, Selasa (16/9/2025).
Lebih lanjut, dr Rima menekankan pentingnya edukasi masyarakat mengenai pola hidup sehat untuk menekan laju PTM, sekaligus memperkuat kewaspadaan terhadap penyakit menular.
“Kami mendorong masyarakat menjaga pola makan, rajin beraktivitas fisik, dan menerapkan perilaku hidup bersih sehat (PHBS).
Pemerintah daerah juga terus memperkuat layanan kesehatan primer agar deteksi dini bisa lebih optimal,” tambahnya.
Hipertensi Terbanyak di Manado
Hipertensi masih menjadi ancaman serius bagi warga Kota Manado, Sulawesi Utara.
Data Dinkes Kota Manado, hipertensi menduduki peringkat pertama dalam sepuluh penyakit terbanyak di Manado pada Agustus 2025.
"Hipertensi adalah yang terbanyak," kata Kabid P2P Dinas Kesehatan Manado Sicilia Kumaat, Selasa (16/9/2025).
Sebut dia, peringkat kedua ditempati ISPA.
Selanjutnya ada penyakit Syndrom Dispepsia.
"Diabetes melitus juga cukup tinggi dengan menempati urutan keempat disusul nyeri otot," kata dia.
Lima penyakit selanjutnya adalah diare, gangguan penglihatan, tonsilitis, asma dan peradangan saluran akar gigi.
Penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi jadi momok bagi warga Manado, Sulawesi Utara.
Data yang dihimpun tribunmanado.com dari Dinas Kesehatan Manado pada April dan Mei 2025, hipertensi menempati peringkat pertama penyakit yang paling banyak diderita warga Manado.
Pada April 2025, tercatat sekira 5415 warga Manado yang terdiagnosa menderita Hipertensi.
Penderita terbanyak adalah perempuan yakni sebanyak 3623 orang.
Dan pria sebanyak 1792 orang.
Sedang pada periode 1 hingga 22 Mei 2025, tercatat 4016 kasus Hipertensi.
Dengan komposisi perempuan sebanyak 2655 dan pria 1361 orang.
10 Penyakit Terbanyak di Kota Manado Bulan Agustus Tahun 2025
1. Hipertensi
2. ISPA
3. Syndrom Dispepsia
4. Diabetes Mellitus
5. Nyeri Otot
6. Diare
7. Gangguan penglihatan
8. Tonsilitis
9. Asma
10. Peradangan saluran akar gigi
Pengertian Hipertensi
Hipertensi atau terkanan darah tinggi merupakan kondisi medis yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah secara persisten dalam arteri (pembuluh darah) melebihi batas normal.
Yakni lebih dari atau sama dengan 140/90 mmHg secara konsisten.
Diketahui, tekanan darah normal umumnya berada di bawah 120/80 mmHg.
Hipertensi umumnya tidak menunjukkan gejala.
Namun jika tidak ditangani, dapat menyebabkan kerusakan serius.
Seperti pada pembuluh darah, jantung, ginjal, dan organ lainnya hingga sebabkan stroke atau gagal jantung.
(TribunManado.co.id)
Baca Berita Tribun Manado di Google News
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Gambar-ilustrasi-AI-GROK-X-alat-pengukur-tekanan-darah.jpg)