Rabu, 6 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Djon Ponto Meninggal

Profil Djon Ponto Janis, Ketua DPRD Sitaro Dua Periode yang Dikenal Merakyat

Djon Ponto Janis bukan hanya dikenal sebagai Ketua DPRD Sitaro, tetapi juga figur senior yang punya pengaruh besar di dunia politik daerah.

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Gryfid Talumedun
Dokumen Pribadi
KABAR DUKA - Profil Djon Ponto Janis, Ketua DPRD Sitaro Dua Periode yang Dikenal Merakyat 
Ringkasan Berita:
  • Djon Ponto Janis tutup usia pada Selasa malam di usia 60 tahun setelah sempat dirawat di RSU Lapangan Sawang dan dirujuk ke RSUP Kandou Manado.
  • Almarhum merupakan tokoh pejuang pemekaran Sitaro, kader senior PDI Perjuangan, serta dua periode menjabat Ketua DPRD Sitaro dan kembali terpilih untuk periode 2024–2029.
  • Djon dikenal sebagai sosok sederhana, merakyat, dan “guru politik” yang dekat dengan masyarakat serta kader muda di Sitaro.

 

TRIBUNMANADO.CO.ID, SITARO — Kabar duka menyelimuti Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro). 

Djon Ponto Janis, SH, sosok tokoh pejuang mekarnya Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) tutup usia.

Djon Ponto Janis bukan hanya dikenal sebagai Ketua DPRD Sitaro, tetapi juga figur senior yang punya pengaruh besar di dunia politik daerah.

Baca juga: Tokoh Pejuang Sitaro Djon Ponto Janis Tutup Usia 60 Tahun, Dikenang Sebagai Pemimpin Merakyat

Semasa hidupnya, almarhum dikenal sederhana, dekat dengan masyarakat, dan menjadi panutan bagi banyak kader muda hingga dijuluki sebagai “guru politik” di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.

Lantas sia sosoknya?

Profil Djon Ponto Janis

Djon Ponto Janis, SH dikenal sebagai salah satu tokoh politik senior di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara.

Ia meninggal dunia pada Selasa malam dalam usia 60 tahun setelah sempat menjalani perawatan medis sejak 29 April 2026 di RSU Lapangan Sawang sebelum dirujuk ke RSUP Prof Kandou Manado.

Almarhum merupakan kader senior PDI Perjuangan yang memiliki perjalanan panjang di dunia politik daerah.

Ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua dan Bendahara DPC PDI Perjuangan, serta dikenal sebagai figur yang berpengaruh di internal partai.

Karier politiknya di legislatif juga terbilang panjang.

Djon Ponto Janis dipercaya menjabat sebagai Ketua DPRD Sitaro selama dua periode dan kembali terpilih sebagai anggota DPRD dari Daerah Pemilihan Sitaro 2 untuk periode 2024–2029.

Ia kembali dipercaya memimpin lembaga legislatif daerah tersebut.

Di mata masyarakat dan rekan politik, almarhum dikenal sebagai sosok sederhana, bersahaja, serta dekat dengan semua kalangan.

Ia juga disebut sebagai “guru politik” oleh kader muda karena dedikasi dan pengalamannya yang panjang dalam dunia politik.

Djon Ponto Janis meninggalkan seorang istri, tiga anak, serta cucu.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan politik, dan masyarakat Sitaro.

Meninggal di Usia 60 Tahun

Djon Ponto Janis, SH, Sosok politisi senior dan Ketua DPRD Sitaro, meninggal dunia dalam usia 60 tahun.

Almarhum menghembuskan napas terakhir pada Selasa malam.

Almarhum sempat menjalani perawatan medis sejak 29 April 2026 di RSU Lapangan Sawang, sebelum dirujuk ke RSUD Prof Kandou Manado. 

Ia meninggalkan seorang istri, tiga orang anak, serta cucu yang turut berduka atas kepergiannya.

Semasa hidupnya, Djon Ponto Janis dikenal sebagai figur penting di kancah politik daerah.

Ia merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) dan telah mengabdikan diri sebagai Ketua DPRD Sitaro selama dua periode.

Terakhir, ia kembali dipercaya memimpin lembaga legislatif untuk periode 2024–2029 setelah terpilih dari Daerah Pemilihan Sitaro 2.

Nizem Alfa Wengen, mengenang almarhum sebagai sosok yang luar biasa dan dekat dengan semua kalangan.

“Ya, sosok Djon Ponto Janis ini, dia orang yang luar biasa. Dia tokoh pejuang di Kabupaten Sitaro. Sosok yang bersahaja, sangat dekat dengan masyarakat, dan terbuka dengan siapa saja,” ungkap Wengen.

Menurutnya, almarhum tidak hanya berperan besar di pemerintahan dan DPRD, tetapi juga menjadi figur panutan di tengah masyarakat.

“Baik di pemerintahan, di DPRD, maupun di tengah masyarakat, beliau sangat dekat dengan semua orang. Di partai, beliau bisa dikatakan sebagai ‘guru politik’, karena termasuk tokoh yang dituakan di PDI Perjuangan,” tambahnya.

Wengen juga menyoroti perjalanan panjang almarhum di dunia politik, yang dinilai penuh dedikasi dan kepemimpinan.

“Beliau adalah senior di partai, pernah menjabat sebagai wakil ketua, hingga menjadi bendahara DPC. Bahkan sempat menggantikan almarhum Gipton Tamodia sebagai anggota DPRD,” jelasnya.

Lebih dari sekadar rekan politik, almarhum juga dianggap sebagai sosok orang tua oleh banyak pihak.

“Kami sudah menganggap beliau sebagai orang tua. Untuk keluarga yang ditinggalkan, mudah-mudahan Mama Ci, Koko, dan seluruh keluarga diberikan penghiburan oleh Tuhan, serta kekuatan dalam menghadapi kehilangan seorang ayah, suami, dan opa bagi cucu-cucunya,” tutup Wengen.

Kepergian Djon Ponto Janis meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat Sitaro yang mengenalnya sebagai pemimpin sederhana, bersahaja, dan selalu hadir di tengah rakyat.

-

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Baca berita lainnya di: Google News

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved