Breaking News
Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gempa Bumi di Sulut

Pendeta di Matutuang Minta Dukungan Pemerintah dan Doa Pascagempa Magnitudo 7,7

Masyarakat Pulau Matutuang masih berupaya bangkit dari dampak bencana gempa magnitudo 7,7.

Tayang:
Tribun Manado/Eduard Joanly Tahulending
WAWANCARA - Potret Pendeta GMIST Nasaret Matutuang, Pdt. Veronica Febriane Makanaung. Pdt Veronica dalam wawancara dengan Tribun Manado, Rabu (10/6/2026) menyampaikan kondisi terkini masyarakat yang masih menghadapi kerusakan infrastruktur serta trauma akibat gempa yang terjadi. 

Ringkasan Berita:
  • Masyarakat Pulau Matutuang masih berupaya bangkit dari dampak bencana gempa magnitudo 7,7
  • Pendeta Veronica Febriane Makanaung, menyampaikan masyarakat masih menghadapi kerusakan infrastruktur serta trauma akibat gempa
  • Berharap perhatian dari pemerintah pusat, Provinsi Sulawesi Utara, dan Kabupaten Sangihe dapat terus diberikan untuk membantu proses pemulihan di Pulau Matutuang

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut) pada 8 Juni 2026, masyarakat Pulau Matutuang masih berupaya bangkit dari berbagai dampak yang ditimbulkan bencana tersebut.

Dalam wawancara dengan Tribun Manado, Rabu (10/6/2026), Pendeta GMIST Nasaret Matutuang, Pdt. Veronica Febriane Makanaung, menyampaikan kondisi terkini masyarakat yang masih menghadapi kerusakan infrastruktur serta trauma akibat gempa yang terjadi.

Menurutnya, gempa yang mengguncang Pulau Matutuang menyebabkan kerusakan di berbagai sektor, mulai dari rumah warga, kantor kampung, fasilitas pendidikan, hingga tempat-tempat ibadah.

"Pasca gempa, banyak kerusakan yang terjadi, baik di rumah-rumah penduduk, fasilitas kantor kampung, sekolah-sekolah, maupun gedung-gedung ibadah. Bahkan gereja juga mengalami kerusakan akibat gempa yang sangat kuat tersebut," ujar Makanaung.

Ia menjelaskan, selain kerusakan fisik, dampak psikologis juga dirasakan masyarakat.

Anak-anak hingga warga lanjut usia masih mengalami trauma dan ketakutan akibat guncangan gempa yang terjadi.

Untuk memberikan penguatan kepada warga, para tokoh agama bersama aparat keamanan dan masyarakat menggelar doa bersama pada malam hari pascagempa.

"Malam tadi kami bersama tokoh-tokoh agama berdoa bersama untuk memberikan kekuatan dan penghiburan bagi jemaat serta seluruh masyarakat yang ada di Pulau Matutuang," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Pdt. Veronica juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kampung, aparat keamanan, aparat kepolisian, serta berbagai pihak yang terus mendampingi masyarakat sejak bencana terjadi.

Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kampung, Bhabinkamtibmas Ferry Moniaga, aparat TNI, serta seluruh relawan dan warga yang telah memberikan dukungan moral maupun bantuan kepada masyarakat terdampak.

Meski demikian, Pdt. Veronica berharap perhatian dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulut dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sangihe dapat terus diberikan untuk membantu proses pemulihan di Pulau Matutuang.

"Kami memohon dukungan, bantuan, topangan, dan uluran tangan dari pemerintah maupun seluruh masyarakat. Selain bantuan yang dibutuhkan warga, kami juga sangat mengharapkan dukungan doa agar masyarakat Pulau Matutuang diberikan kekuatan dalam menghadapi situasi ini," ungkapnya.

Hingga saat ini, warga Pulau Matutuang masih melakukan pembersihan dan pendataan kerusakan akibat gempa, sembari menunggu bantuan lanjutan untuk mendukung proses pemulihan pascabencana.

(TribunManado.co.id/Edu)

Baca Berita Tribun Manado di Google News

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved