Gempa Bumi di Sulut
Sangihe Diguncang 130 Gempa Susulan, BMKG Sulut: Proses Alamiah Pelepasan Energi
GEMPA BUMI - Pascagempa berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Kepulauan Sangihe pada Senin (8/6/2026).
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Rizali Posumah
Ringkasan Berita:
- Pascagempa berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Kepulauan Sangihe pada Senin (8/6/2026), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat untuk tidak melonggarkan kewaspadaan.
- Hingga Selasa (9/6/2026) pukul 09.00 WITA, grafik pemantauan BMKG menunjukkan aktivitas seismik yang masih tinggi dengan catatan 130 kali gempa susulan.
- Rentetan gempa ini merupakan fase krusial dalam proses pelepasan sisa-sisa energi di dalam bumi.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pascagempa berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Kepulauan Sangihe pada Senin (8/6/2026), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat untuk tidak melonggarkan kewaspadaan.
Hingga Selasa (9/6/2026) pukul 09.00 WITA, grafik pemantauan BMKG menunjukkan aktivitas seismik yang masih tinggi dengan catatan 130 kali gempa susulan.
Rentetan gempa ini merupakan fase krusial dalam proses pelepasan sisa-sisa energi di dalam bumi.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Naha, Astrid Lasut, saat diwawancarai oleh Tribunmanado, mengungkapkan bahwa fenomena gempa susulan ini adalah hal yang wajar terjadi setelah wilayah tersebut dihantam guncangan berskala besar.
Aktivitas ini diprediksi masih akan mewarnai hari-hari ke depan.
“Gempa-gempa susulan ini merupakan proses alamiah setelah terjadinya gempa utama. Energi yang masih tersisa akan terus dilepaskan secara bertahap,” ujar Lasut.
Merujuk pada data rilis BMKG, lonjakan frekuensi gempa susulan paling padat terjadi pada siang hari setelah gempa utama.
Dalam rentang waktu pukul 09.48 hingga 12.48 WITA, tercatat ada 24 kejadian gempa.
Pola ini sedikit melandai pada periode berikutnya, yakni pukul 12.48 hingga 15.48 WITA, dengan total 22 kali gempa susulan.
Dari ratusan aktivitas tektonik susulan tersebut, BMKG mendeteksi satu guncangan yang cukup kuat dengan Magnitudo 6,0. Gempa signifikan ini muncul kurang dari dua jam setelah gempa utama melanda.
“Gempa susulan terbesar yang kami catat berkekuatan Magnitudo 6,0, sedangkan yang terkecil berada pada Magnitudo 3,5,” jelasnya.
Kendati grafik gempa susulan terus diperbarui, BMKG memberikan analisis menenangkan bahwa kekuatan guncangan susulan diproyeksikan tidak akan melebihi kekuatan gempa utama (M 7,7).
“Berdasarkan analisis kami, kemungkinan gempa yang lebih besar dari gempa utama masih sangat kecil. Aktivitas yang terjadi saat ini merupakan pelepasan energi sisa,” tambah Lasut.
Astrid Lasut mengonfirmasi bahwa proses stabilisasi lempeng bumi ini memerlukan waktu yang tidak sebentar, bahkan bisa memakan waktu hingga pertengahan Juni nanti.
| 130 Gempa Susulan Guncang Sangihe, BMKG Minta Warga Tetap Waspada |
|
|---|
| Gempa Bumi di Sulawesi Utara Selasa 9 Juni 2026 Malam, Info BMKG Pusatnya Kedalaman 10 Km |
|
|---|
| Guru di Sangihe Savelia Warouw Ceritakan Detik-Detik Gempa 7,7 Mengguncang: Kami Pelukan dan Berdoa |
|
|---|
| BMKG Melaporkan Adanya Gempa Bumi di Tahuna Sangihe Sore Ini, Magnitudo 4,5 |
|
|---|
| Suharto Warga Matutuang Sangihe Korban Gempa Minta Bantuan Pemerintah, Kehilangan Tempat Tinggal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/GEMPA-BUMI-Pascagempa-berkekuatan-Magnitudo-77-yang-mengguncangLO08R4V.jpg)