Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gempa Bumi di Sulut

Sangihe Diguncang 130 Gempa Susulan, BMKG Sulut: Proses Alamiah Pelepasan Energi

GEMPA BUMI - Pascagempa berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Kepulauan Sangihe pada Senin (8/6/2026).

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Rizali Posumah
BMKG
GEMPA BUMI - Pascagempa berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Kepulauan Sangihe pada Senin (8/6/2026), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat untuk tidak melonggarkan kewaspadaan. Hingga Selasa (9/6/2026) pukul 09.00 WITA, grafik pemantauan BMKG menunjukkan aktivitas seismik yang masih tinggi dengan catatan 130 kali gempa susulan. 

Walau demikian, sebagian besar gempa susulan bermagnitudo kecil sehingga tidak akan mengusik aktivitas harian warga.

“Bisa saja masih terjadi hingga dua minggu ke depan. Ada yang dapat dirasakan masyarakat, ada juga yang tidak,” katanya.

Di akhir penjelasannya, BMKG meminta masyarakat Kepulauan Sangihe agar tidak panik dan menyaring setiap informasi yang beredar demi menghindari hoaks.

Warga diharapkan hanya merujuk pada instruksi resmi dari pemerintah daerah serta lembaga berwenang.

Di sisi lain, BMKG memberikan apresiasi tinggi terhadap kesiapsiagaan warga Sangihe yang langsung melakukan langkah penyelamatan diri begitu alarm peringatan dini gempa utama berbunyi. 

Respons cepat ini dinilai sukses meminimalisir potensi risiko cedera dan dampak buruk bencana.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe mencatat sedikitnya 35 warga mendapatkan penanganan medis pascagempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada Senin (8/6/2026).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr. Handry Pasandaran, mengatakan hingga saat ini tidak ditemukan kasus cedera berat akibat tertimpa bangunan maupun pohon saat bencana terjadi.

Dalam wawancara dengan Tribun Manado melalui WhatsApp, Selasa (9/6/2026), Handry menjelaskan bahwa berdasarkan laporan dari 17 puskesmas dan dua rumah sakit di Kabupaten Kepulauan Sangihe, mayoritas pasien yang ditangani mengalami gangguan kesehatan ringan.

"Berdasarkan laporan dari 17 puskesmas dan dua rumah sakit, kemarin kami menangani 35 pasien dari berbagai wilayah di 15 kecamatan yang mengalami masalah kesehatan saat terjadi bencana. Namun sebagian besar merupakan kasus ringan dan penyakit kronis, terutama hipertensi," kata Handry.

Menurutnya, meningkatnya tekanan darah pada sejumlah warga diduga dipicu oleh rasa takut dan kecemasan saat gempa terjadi. Meski demikian, seluruh kondisi pasien masih dapat ditangani dan berada dalam kondisi terkendali.

Selain dampak terhadap masyarakat, sejumlah fasilitas kesehatan juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Kerusakan tersebut terjadi pada beberapa puskesmas, puskesmas pembantu, hingga ruang rawat inap rumah sakit.

"Ada beberapa fasilitas kesehatan yang mengalami kerusakan akibat gempa, termasuk ruang rawat inap di Rumah Sakit Liun Kendage Tahuna yang terdampak dan memerlukan penanganan lebih lanjut," ujarnya.

Sejak hari pertama pascagempa, Dinas Kesehatan telah menginstruksikan seluruh kepala puskesmas untuk melakukan inventarisasi kasus penyakit yang berkembang di wilayah kerja masing-masing serta mendata kondisi fasilitas kesehatan yang terdampak.

Handry memastikan seluruh kasus kesehatan yang muncul pascabencana telah ditangani oleh puskesmas setempat, termasuk di wilayah Kepulauan Marore yang menjadi salah satu daerah terdampak.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved