Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gempa Bumi di Sulut

Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Kampung Kawio Sangihe, 83 Bangunan Rusak

Dampak gempa magnitudo 7,7 menyebabkan kerusakan parah di Kampung Kawio.

Tayang:
Tribun Manado/Handout
RUSAK - Bangunan rusak di Kawio, Sangihe, Sulut, Selasa (9/6/2026). Dampak gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara (Sulut) pada Selasa (9/6/2026) menyebabkan kerusakan parah di Kampung Kawio, Kecamatan Kepulauan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe. 

Ringkasan Berita:
  • Dampak gempa magnitudo 7,7 menyebabkan kerusakan parah di Kampung Kawio
  • Sedikitnya 83 bangunan mengalami kerusakan
  • Sebanyak 77 rumah warga tercatat terdampak gempa

TRIBUNMANADO.CO.ID, SANGIHE - Dampak gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara (Sulut) pada Selasa (9/6/2026) menyebabkan kerusakan serius di Kampung Kawio, Kecamatan Kepulauan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Berdasarkan data resmi Pemerintah Kampung Kawio, sedikitnya 83 bangunan mengalami kerusakan dengan berbagai tingkat keparahan.

Data tersebut tertuang dalam laporan yang ditandatangani Sekretaris Kampung Kawio, Risto Mandiangan.

Sebanyak 77 rumah warga tercatat terdampak gempa.

Dari jumlah itu, 52 rumah mengalami kerusakan berat, 17 rumah rusak sedang, dan delapan rumah mengalami kerusakan ringan.

Kerusakan berat umumnya berupa retakan besar pada dinding bangunan, kerusakan atap, hingga gangguan pada struktur utama rumah yang membuat bangunan tidak aman untuk ditempati.

Tak hanya rumah penduduk, sejumlah fasilitas umum dan fasilitas sosial juga ikut terdampak.

Gereja GMIST Jemaat Smirna Kawio serta SD GMIST Smirna Kawio menjadi dua bangunan yang mengalami kerusakan paling parah.

Sementara itu, beberapa fasilitas lainnya mengalami kerusakan kategori sedang, yakni Pustu Kawio, Balai Penyuluhan Pertanian Marore, Ruang Tunggu Pelabuhan Kawio, dan Kantor Kapitalaung Kawio.

Besarnya dampak yang ditimbulkan menjadikan Kampung Kawio sebagai salah satu wilayah dengan tingkat kerusakan tertinggi di Kecamatan Kepulauan Marore pascagempa.

Kondisi geografis Kawio yang berada di wilayah perbatasan Indonesia-Filipina dan termasuk pulau terluar Kabupaten Kepulauan Sangihe menjadi tantangan tersendiri dalam proses pendataan maupun penyaluran bantuan.

Saat ini pemerintah kampung bersama aparat kecamatan dan BPBD Kabupaten Kepulauan Sangihe masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan kondisi riil di lapangan serta kebutuhan mendesak warga terdampak.

Data tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah tanggap darurat, penyaluran bantuan kemanusiaan, hingga program rehabilitasi dan rekonstruksi bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.

Hingga Senin malam, belum dilaporkan adanya korban jiwa akibat gempa tersebut.

Meski demikian, sebagian warga masih memilih bertahan di area terbuka dan lokasi pengungsian sementara karena khawatir terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih dirasakan.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved