Kamis, 7 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pemkab Sangihe

Perkuat Perencanaan Berbasis Data, Pemkab Sangihe Canangkan Desa Cantik di Kampung Pokol

Pencanangan ditandai dengan penandatanganan piagam sebagai simbol dimulainya program penguatan literasi statistik di tingkat desa.

Tayang: | Diperbarui:
Humas Pemkab Sangihe/Tidak Ada
STATISTIK: Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) yang dilaksanakan di Kampung Pokol, Kecamatan Tamako, Rabu (6/5/2026). Pencanangan ditandai dengan penandatanganan piagam sebagai simbol dimulainya program penguatan literasi statistik di tingkat desa. 

Ringkasan Berita:
1. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe terus mendorong penguatan perencanaan pembangunan berbasis data hingga ke tingkat desa.

2.Komitmen itu diwujudkan melalui pencanangan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) yang dilaksanakan di Kampung Pokol
3.Pencanangan ditandai dengan penandatanganan piagam sebagai simbol dimulainya program penguatan literasi statistik di tingkat desa.

TRIBUNMANADO.CO.ID,SANGIHE- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe terus mendorong penguatan perencanaan pembangunan berbasis data hingga ke tingkat desa.

Komitmen itu diwujudkan melalui pencanangan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) yang dilaksanakan di Kampung Pokol, Kecamatan Tamako, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, bersama Wakil Bupati Tendris Bulahari, serta jajaran Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Baca juga: Bupati Sangihe Serahkan Proposal Tanggul Pantai Nagha 1 ke BWS Sulawesi I

Pencanangan ditandai dengan penandatanganan piagam sebagai simbol dimulainya program penguatan literasi statistik di tingkat desa.

Kepala BPS Kepulauan Sangihe, Eko Siswahto, menyampaikan bahwa program Desa Cantik merupakan inisiatif BPS dalam meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengelola data statistik secara tepat dan berkelanjutan.

“Pada tahun 2026 ini, pelaksanaan Desa Cantik difokuskan di tiga kampung, yakni Nagha I, Bebu, dan Pokol di Kecamatan Tamako,” ujarnya.

Menurut Eko, keberadaan data yang akurat menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang efektif.

Karena itu, pihaknya akan melakukan pembinaan secara menyeluruh, termasuk pemutakhiran data sosial ekonomi desa serta penguatan sistem pendataan berbasis digital.

“Kami juga akan menghadirkan aplikasi pendataan berbasis android yang bisa digunakan desa dalam mengelola data, serta menyiapkan website untuk menampilkan indikator statistik yang telah dikumpulkan,” jelasnya.

Ia menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan pembinaan tersebut tidak dipungut biaya dan merupakan bentuk tanggung jawab BPS dalam mendukung pembangunan daerah.

Sementara itu, Bupati Michael Thungari menekankan pentingnya data sebagai fondasi utama dalam menentukan arah pembangunan daerah.

“Setiap kebijakan harus didasarkan pada data yang valid. Tanpa data yang akurat, program pembangunan berpotensi tidak tepat sasaran,” tegas Thungari.

Selain pencanangan Desa Cantik, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Pembinaan Statistik Sektoral Seri I yang bertujuan memperkuat sinergi data antar perangkat daerah.

Langkah ini sekaligus mendukung implementasi program Satu Data Sangihe yang terintegrasi dengan kebijakan nasional Satu Data Indonesia.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimca, pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Kepulauan Sangihe, Camat Tamako, para kapitalaung dari desa sasaran, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat. (EDU)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Youtube Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved