Cuaca Sangihe
Cuaca Sangihe Cenderung Cerah, BMKG Imbau Warga Waspada Dampak El Nino
BMKG melalui Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Naha, Astrid Yesica Lasut, menyampaikan kondisi cuaca di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Penulis: Eduard Joanly Tahulending | Editor: Rizali Posumah
Ringkasan Berita:
- BMKG melalui Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Naha, Astrid Yesica Lasut, menyampaikan kondisi cuaca di Kabupaten Kepulauan Sangihe saat ini umumnya cerah berawan hingga berawan.Sabtu (18/4/2026)
- Meski demikian, di beberapa wilayah masih terjadi hujan dengan intensitas ringan dan tidak signifikan.
- Kondisi ini disebut masih tergolong normal, mengingat wilayah Sangihe saat ini berada pada masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau.
TRIBUNMANADO.CO.ID, SANGIHE —Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Naha, Astrid Yesica Lasut, menyampaikan kondisi cuaca di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, saat ini umumnya cerah berawan hingga berawan, Sabtu (18/4/2026)
Meski demikian, di beberapa wilayah masih terjadi hujan dengan intensitas ringan dan tidak signifikan.
Kondisi ini disebut masih tergolong normal, mengingat wilayah Sangihe saat ini berada pada masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau.
“Untuk wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe, kita tidak mengenal awal atau akhir musim kemarau secara tegas. Namun puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026, di mana hari hujan akan semakin berkurang,” ujar Astrid.
Ia menjelaskan, suhu udara yang terasa panas belakangan ini masih berada dalam batas normal, dengan suhu maksimum sekitar 31 derajat Celcius.
Cuaca cerah yang dominan dipengaruhi oleh kondisi angin regional yang mengalami divergensi, sehingga pembentukan awan hujan menjadi kurang optimal.
“Akibatnya, cuaca cenderung lebih cerah dan terasa panas dalam sepekan terakhir,” jelasnya.
Lebih lanjut, BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan masih berada pada kategori netral saat ini, namun berpotensi meningkat menjadi lemah hingga moderat pada semester kedua tahun 2026.
Fenomena ini berpotensi mengurangi curah hujan, sehingga masyarakat diimbau untuk bijak dalam penggunaan air serta berhati-hati dalam aktivitas yang berisiko memicu kebakaran, seperti pembakaran sampah.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air dan tidak melakukan pembakaran sembarangan guna mencegah kebakaran hutan dan lahan,” tegas Astrid.
Selain itu, untuk wilayah perairan, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini khususnya di perairan utara Kepulauan Sangihe.
Tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter, yang masuk dalam kategori sedang dan perlu diwaspadai oleh nelayan maupun pengguna transportasi laut.
Baca Berita Tribun Manado di Google News
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK
| Kembali Diperiksa Kejati Sulut, Chyntia Kalangit: Pak Prabowo dan Komisi III Tolong Saya |
|
|---|
| Daftar Lengkap Nama-nama Ketua Pimpinan Anak Cabang PDIP Kota Bitung Sulawesi Utara |
|
|---|
| Kabar Terbaru Kamaruddin Simanjuntak, Dulu Berani Lawan Ferdy Sambo Kini Disebut Sakit Kiriman Orang |
|
|---|
| Daftar Lengkap Nama-nama Ketua Pimpinan Anak Cabang PDIP Kota Manado Sulawesi Utara |
|
|---|
| Masih Ingat Kamaruddin? Dulu Dikenal Pengacara Berani Lawan Ferdy Sambo, Begini Kabarnya Sekarang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/BMKG-melalui-Kepala-Stasiun-Meteorologi-Kelas-III-Naha-Astrid-Yesica-Lasutlo.jpg)