Selebrasi Lokal 2026
Warga Manado Antusias Sambut Piala Dunia, Ramai Pasang Bendera Negara Peserta
Di kampung warna warni Sindulang dua pun marak dengan bendera, seolah telah jadi kampung sepakbola.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
Ringkasan Berita:1.Di kampung warna warni Sindulang dua pun marak dengan bendera, seolah telah jadi kampung sepakbola.
2.Bendera terbanyak adalah Argentina.
3.Dan semakin cantik dilihat dari Selat Manado.
TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Kota Manado, Sulawesi Utara tak pernah sepi saat gelaran piala dunia.
Bendera peserta piala dunia selalu menghiasi langit Kota Manado.
Warga sangat antusias memasang bendera negara peserta piala dunia yang mereka dukung.
Baca juga: Jelang Piala Dunia 2026, Penjualan Bendera Negara Peserta Mulai Ramai di Pasar 45 Manado
Ada yang terpasang di pagar, bumbungan rumah, hingga di atas pohon.
Euforia piala dunia selalu terasa, termasuk piala dunia 2026 ini.
Di kampung warna warni Sindulang dua pun marak dengan bendera, seolah telah jadi kampung sepakbola.
Amatan Tribun manado.com Kamis (4/6/2026) dari pasar Bersehati, nampak bendera negara peserta piala Dunia terpasang di kampung itu.
Bendera terbanyak adalah Argentina.
Ada pula Jerman, Portugal dan Spanyol.
Diperkirakan bendera yang dikibarkan akan bertambah banyak jelang Piala Dunia.
Munculnya bendera Piala dunia membuat kampung itu semakin berwarna.
Dan semakin cantik dilihat dari Selat Manado.
Bendera-bendera tersebut akan berkurang, jika negara tersebut kalah dan bendera diturunkan.
SEJARAH KAMPUNG WARNA WARNI
Dulunya, kawasan ini memang jauh dari kesan wisata.
Sebagian lahannya merupakan tempat pemakaman dan sebagian lagi pernah difungsikan sebagai tempat pembuangan sampah.
Namun titik balik mulai terjadi ketika warga dan pemerintah berkolaborasi menata ulang kampung mereka.
Satu perubahan paling mencolok adalah taman kecil di tengah kampung.
Tempat yang dulunya hanyalah tanah kosong kini menjadi pusat aktivitas warga dan wisatawan.
Di sinilah banyak pengunjung bersantai, berswafoto, atau sekadar menikmati hembusan angin laut.
Rumah-rumah warga dicat ulang dengan warna-warni terang: merah, kuning, biru, hijau, oranye, bahkan ungu.
Proses pengecatan dilakukan secara berkala, termasuk pada bulan Juli 2025 lalu.
Kini, tidak ada sudut kampung yang tidak berwarna. (ART)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Youtube Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Piala-dunia-2026-rbhtylhtr.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.